RINGKASNEWS.ID - Komisi IX DPR RI memperkenalkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada masyarakat di Kabupaten Gianyar, Bali. Program tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.
Kegiatan berlangsung di Banjar Calo, Desa Adat Pupuan, Kecamatan Tegallalang, Minggu (8/2/2026). Sosialisasi dihadiri Anggota Komisi IX DPR RI Tutik Kusuma Wardhani bersama mitra kerja dari Badan Gizi Nasional (BGN), serta ratusan warga setempat.
Tutik mengatakan, pemenuhan gizi yang baik sejak dini sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak dan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Ia menyebut persoalan stunting dan malnutrisi masih menjadi tantangan yang perlu ditangani secara serius.
“Gizi adalah fondasi utama kesehatan. Kalau sejak kecil anak-anak sudah kekurangan asupan gizi, dampaknya bisa panjang, mulai dari kesehatan hingga kemampuan belajar,” ujar Tutik.
Menurut dia, Program Makan Bergizi Gratis merupakan langkah strategis pemerintah untuk memastikan masyarakat, terutama anak-anak usia sekolah, mendapatkan asupan makanan bergizi secara rutin. Program ini juga menjadi bagian dari persiapan menuju Indonesia Emas 2045.
“Negara membutuhkan generasi yang sehat dan cerdas. Salah satu upaya yang bisa kita lakukan adalah memastikan kebutuhan gizi mereka terpenuhi dengan baik,” katanya.
Dalam pemaparannya, Tutik menjelaskan bahwa sasaran program MBG terbagi dua, yakni peserta didik dan non-peserta didik. Peserta didik meliputi anak usia PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK. Sementara itu, kelompok non-peserta didik mencakup ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Ia juga mengajak masyarakat ikut berperan dalam mengawal pelaksanaan program agar berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.
“Program ini perlu dukungan bersama. Kalau ada kekurangan, kita benahi. Tujuannya jelas, agar anak-anak lebih sehat, angka stunting turun, dan kualitas hidup masyarakat meningkat,” tutur Tutik.
Melalui kegiatan tersebut, warga diharapkan semakin memahami pentingnya gizi seimbang sekaligus mengetahui peran mereka dalam mendukung program peningkatan gizi yang dijalankan pemerintah.
