Radio Ekraf 2026 Diluncurkan, Kemenekraf Fokus Benahi Ekosistem Penyiaran Daerah

Senin, 9 Feb 2026 16:25
    Bagikan  
Radio Ekraf 2026 Diluncurkan, Kemenekraf Fokus Benahi Ekosistem Penyiaran Daerah
Ringkas

Kemenekraf Resmikan Radio Ekraf 2026 untuk Hidupkan Penyiaran Daerah.

RINGKASNEWS.ID - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) resmi meluncurkan program Radio Ekraf 2026 di Kota Bandung, Jawa Barat. Program ini menjadi langkah pemerintah untuk memperkuat ekosistem penyiaran daerah sekaligus membuka lebih banyak ruang bagi pelaku ekonomi kreatif lokal.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengatakan, radio masih punya peran penting di tengah derasnya arus platform digital. Menurut dia, radio kini tidak bisa lagi dilihat sebatas media hiburan, tetapi bagian dari infrastruktur komunikasi publik dan penggerak kreativitas.

“Radio bukan cuma medium siaran, tapi juga fondasi ekosistem yang mendukung pertumbuhan kreativitas dan memperluas jejaring pelaku ekonomi kreatif, terutama di daerah,” ujar Irene saat peluncuran program di Cihampelas Walk, Bandung, Minggu (8/2/2026).

Ia menyebut, jutaan pendengar radio di Indonesia menjadi bukti bahwa media ini tetap relevan. Bahkan, dalam kondisi darurat ketika internet terganggu, radio kerap menjadi saluran informasi yang paling bisa diandalkan.

“Radio itu punya kedekatan dengan pendengarnya. Dalam situasi krisis, perannya sangat terasa sebagai sumber informasi yang cepat dan dipercaya,” kata Irene.

Program Radio Ekraf 2026 di Bandung akan berlangsung selama 30 hari, mulai 8 Februari hingga 9 Maret 2026, setiap pukul 10.00–18.00 WIB. Kegiatan dipusatkan di studio terbuka di area publik Cihampelas Walk dan melibatkan 29 stasiun radio, terdiri dari 28 radio swasta anggota PRSSNI Kota Bandung serta RRI Bandung.

Selama sebulan penuh, stasiun-stasiun radio tersebut akan bergantian menggelar siaran langsung, bincang kreatif, hingga aktivitas interaktif bersama pengunjung. Radio juga didorong terhubung dengan platform digital agar jangkauannya makin luas.

Irene menambahkan, Radio Ekraf dirancang sebagai ruang kolaborasi antara penyiar, komunitas, pelaku UMKM, dan kreator lokal. Dari situ diharapkan lahir talenta-talenta baru sekaligus model bisnis penyiaran yang lebih berkelanjutan.

Bandung dipilih sebagai kota pertama karena dinilai punya sejarah panjang dalam dunia radio dan dikenal sebagai kota kreatif dengan komunitas yang aktif. Ke depan, konsep serupa direncanakan hadir di kota-kota lain.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menilai program ini sejalan dengan karakter Bandung yang sejak lama tumbuh bersama industri radio.

“Radio di Bandung itu bukan sekadar media siaran, tapi sudah jadi ekosistem yang melahirkan banyak talenta kreatif. Komunitas, penyiar, sampai pelaku industri tumbuh dari sini,” ujar Farhan.

Ia menekankan, tantangan radio saat ini adalah beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa kehilangan kedekatan dengan pendengar. Menurut dia, konvergensi dengan platform digital jadi kunci agar radio tetap relevan, terutama bagi generasi muda.

Melalui Radio Ekraf 2026, pemerintah berharap penyiaran daerah makin kuat, kolaboratif, dan bisa menjadi penggerak baru bagi pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis lokal.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Era Digital Jadi Tantangan Penguatan Nasionalisme, Ini yang Dibahas Kodim 0614 Kota Cirebon
Tanggapi Somasi Pemegang Saham, Manajemen RS Permata Cirebon Berikan Penjelasan
KAI Daop 3 Cirebon Beri Pembinaan kepada Petugas Jalur, KPJR, dan Penjaga Perlintasan
Pengaturan Lampu Merah di Sejumlah Simpang Kota Cirebon Diubah Jadi Empat Fase
Empat Marketplace Resmi Pungut PPh Pedagang Online, DJP: Bukan Pajak Baru
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Cirebon Kota Ingatkan Pentingnya Pelayanan untuk Masyarakat
Sengketa Saham RS Permata Cirebon Berlanjut, Pemegang Saham Minoritas Kirim Somasi Final
Komisi I DPRD Kabupaten Cirebon Evaluasi Kinerja Disdukcapil dalam Pembahasan APBD 2025
Libur Sekolah Dongkrak Jumlah Penumpang Kereta di Daop 3 Cirebon
Polresta Cirebon Beberkan Hasil Ungkap Kasus Juni 2026, Curanmor Masih Mendominasi
Polresta Cirebon Musnahkan Miras dan Ribuan Knalpot Brong, Nilai Barang Bukti Capai Rp1,1 Miliar
Harmonika Reyharp Jadi Pembeda dalam Penampilan Aldi Taher di Localfest 2026
Kini Ada Shuttle dari Stasiun Cirebon ke Kuningan, Tarifnya Rp50 Ribu
Kios Bakso di Kota Cirebon Terbakar Saat Ganti Tabung Gas, Satu Karyawan Terluka
Wakil Ketua DPRD Minta Kader PMII Tak Apatis terhadap Persoalan Bangsa
Bukan Sekadar Reuni, Ikasmanda '93 Konsisten Gelar Donor Darah Selama 7 Tahun
Topeng Cirebon Bukan Sekadar Seni Pertunjukan, Simpan Nilai Filosofis dan Spiritual
Program Bedah Rumah Menyasar 22 Warga Greged dan Beber, Wakil Ketua DPRD Ikut Mengawal
Tinjau SDN 1 Rawaurip, Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon Serap Aspirasi Sekolah
Jenguk Suami di Rutan Cirebon, Perempuan Kedapatan Sembunyikan 103 Butir Tramadol dan Tembakau Sintetis