Muh Haris Sebut MBG Tak Hanya Soal Gizi, tetapi Juga Penggerak Ekonomi Daerah

Senin, 9 Feb 2026 14:30
    Bagikan  
Muh Haris Sebut MBG Tak Hanya Soal Gizi, tetapi Juga Penggerak Ekonomi Daerah
Ist

Anggota Komisi IX DPR RI Muh Haris bersama perwakilan BGN dan DPRD Kendal berfoto bersama peserta sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Gedung DPRD Kota Kendal, Jawa Tengah, Minggu (8/2/2026).

RINGKASNEWS.ID - Anggota Komisi IX DPR RI Muh Haris menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga berpotensi menjadi penggerak ekonomi daerah jika dilaksanakan secara konsisten dan tepat sasaran.

Hal itu disampaikan Muh Haris saat kegiatan sosialisasi Program MBG yang berlangsung di Gedung DPRD Kota Kendal, Jawa Tengah, Minggu (8/2/2026). Kegiatan tersebut diikuti ratusan warga serta tokoh masyarakat yang ingin mengetahui secara langsung mekanisme dan manfaat program nasional tersebut.

Menurut Muh Haris, MBG dirancang untuk menjangkau berbagai kelompok penerima manfaat, mulai dari anak-anak usia sekolah, santri pondok pesantren, ibu hamil, hingga kelompok rentan lainnya. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas kesehatan sekaligus mendukung tumbuh kembang generasi muda.

“Program Makan Bergizi Gratis ini bukan hanya soal pemenuhan gizi. Lebih dari itu, ada dampak ekonomi yang bisa dirasakan masyarakat daerah karena bahan pangan disuplai dari pelaku usaha lokal,” ujar Muh Haris.

Ia menjelaskan, keterlibatan petani, peternak, nelayan, hingga pelaku usaha pangan setempat menjadi bagian penting dalam rantai pelaksanaan MBG. Selain itu, keberadaan dapur-dapur penyedia makanan bergizi juga membuka peluang penyerapan tenaga kerja di tingkat lokal.

“Dengan melibatkan masyarakat sekitar sebagai pemasok bahan pangan dan tenaga kerja, perputaran ekonomi di daerah dapat berjalan seiring dengan peningkatan gizi masyarakat,” kata dia.

Sosialisasi Program MBG di Kendal turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Kendal Dwi Margo Utomo serta Kepala KPPG Semarang sebagai perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), Hadi Riajaya. Dalam kesempatan tersebut, para narasumber menjelaskan peran pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendukung keberlanjutan program.

Muh Haris berharap, pelaksanaan MBG ke depan dapat menjangkau seluruh sasaran secara merata, sehingga manfaat kesehatan dan ekonomi dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Sebagai informasi, Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu kebijakan nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk kehadiran negara dalam memperkuat gizi masyarakat. Program ini juga diproyeksikan menjadi fondasi dalam menyiapkan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Caruban Promosindo

Berita Terbaru

Muh Haris Sebut MBG Tak Hanya Soal Gizi, tetapi Juga Penggerak Ekonomi Daerah
DJP dan Bareskrim Polri Perbarui Kerja Sama Penegakan Hukum Pajak
Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis Digelar di Desa Kertajaya, Cianjur
Banjir Belum Surut, Polres Cirebon Kota Salurkan Bantuan untuk Warga Villa Intan Klayan
BPBD Catat 234 Kejadian Bencana di Kabupaten Cirebon Sepanjang 2025
Kasus Dugaan Penggelapan PPN Rp583 Miliar, Tiga Perusahaan Baja di Tangerang Diperiksa DJP
AKSA Cafe Resmi Dibuka di Kota Cirebon, Usung Konsep Semi Open Space
Tiket Mudik Lebaran 2026 Masih Banyak, Ini Data Penjualan KAI Daop 3 Cirebon
Sambut Ramadhan, Hotel Santika Premiere Linggarjati Tawarkan Iftar Nusantara–Timur Tengah
Pipa Utama PDAM Kota Cirebon Jebol, Perbaikan Ditargetkan Dua Hari
Pengurus SMSI Kota Cirebon 2026–2029 Dilantik, Tegaskan Komitmen Media Siber Profesional
Perda Pajak Kota Cirebon Dievaluasi Pemerintah Pusat, DPRD Soroti Dampaknya bagi UMKM
Program MBG Disiapkan sebagai Langkah Bertahap Perbaiki Gizi Masyarakat Grobogan
Program Makan Bergizi Gratis 2026 Dimulai, Grobogan Jadi Lokasi Perdana Sosialisasi
Padi Reborn Rayakan 28 Tahun Karier Lewat Konser Dua Delapan di Senayan
Cirebon Power Catat Peningkatan Produksi Listrik Sepanjang 2025
Pemerintah Buka Kembali Akses Grok di Indonesia dengan Pengawasan Ketat
Korsleting Diduga Picu Kebakaran Mobil di Jalan Dr. Cipto Cirebon
OJK Cirebon dan Pemkab Indramayu Perluas Penyaluran KUR bagi UMKM
Cegah Kecelakaan, KAI Daop 3 Cirebon Tutup 16 Perlintasan Sebidang Selama 2025