UPT Cirebon Sukses Lakukan Pemeliharaan Busbar, Perayaan Imlek Bebas Gangguan Listrik

Jumat, 14 Feb 2025 20:17
    Bagikan  
UPT Cirebon Sukses Lakukan Pemeliharaan Busbar, Perayaan Imlek Bebas Gangguan Listrik
Ist

Petugas UPT Cirebon saat Melakukan Pemeliharaan Busbar.

RINGKASNEWS.ID -PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah (UIT JBT) melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Cirebon kembali membuktikan komitmennya dalam menjaga kestabilan suplai listrik, khususnya selama perayaan Tahun Baru Imlek. Berbagai langkah strategis telah diterapkan untuk memastikan kebutuhan listrik masyarakat tetap aman dan tanpa gangguan.

General Manager PLN UIT JBT, Abdul Salam Nganro, menegaskan bahwa PLN selalu mengutamakan keandalan pasokan listrik dalam setiap momen penting. Pihaknya telah menerapkan berbagai langkah pencegahan serta solusi cepat untuk mengatasi potensi gangguan.

“Kami telah menyiapkan strategi yang mencakup tindakan preventif dan korektif untuk memastikan jaringan listrik tetap optimal di seluruh wilayah cakupan kami, yakni Jawa Tengah, Jawa Barat, dan DIY. Selain itu, tim kami juga siap siaga selama 24 jam untuk menangani berbagai kondisi yang mungkin terjadi,” jelas Abdul Salam Nganro, Jumat (14/2/2025).

Menurutnya, salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah pemeliharaan Busbar Bay Cangkring di Gardu Induk Sunyaragi Cirebon. Fasilitas ini memiliki peran penting dalam mendistribusikan listrik bagi Kota Cirebon dan sekitarnya.

Sementara, Manager UPT Cirebon, Andi Setiawan, mengungkapkan bahwa pemeliharaan rutin sangat diperlukan untuk memastikan peralatan tetap berfungsi optimal.

“Peralatan listrik bekerja tanpa henti selama 24 jam. Oleh karena itu, perawatan berkala sangat penting untuk menjaga kinerja tetap maksimal serta mengurangi risiko gangguan akibat keausan atau anomali yang mungkin terjadi,” ujar Andi Setiawan.

Pemeliharaan Busbar Bay Cangkring GI Sunyaragi melibatkan tim gabungan, yakni Tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) UPT Cirebon dan Tim Pemeliharaan Gardu Induk ULTG Cirebon. Dengan metode ini, pemeliharaan bisa dilakukan tanpa mengganggu pasokan listrik bagi pelanggan.

"Dalam pelaksanaan tugasnya, Tim PDKB bertanggung jawab memutus arus pada peralatan yang akan diperiksa. Setelah itu, Tim ULTG Cirebon melanjutkan proses pemeliharaan, mulai dari pemeriksaan visual, pembersihan, pengujian, hingga pencatatan kondisi peralatan," kata Andi.

Andi menambahkan bahwa keselamatan kerja tetap menjadi prioritas utama dalam setiap pekerjaan pemeliharaan.

“Keselamatan kerja adalah aspek yang tidak bisa ditawar. Kami memastikan seluruh prosedur dilakukan dengan benar dan diawasi oleh tim K3, sehingga setiap tahap pekerjaan dapat berjalan aman dan tanpa kendala,” tutupnya.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Caruban Promosindo

Berita Terbaru

Jangan Sampai Terlambat, Ini Jadwal dan Cara Lapor SPT 2026
Penerimaan Pajak Ekonomi Digital Tembus Rp47,18 Triliun hingga Januari 2026
ABK KM Samudra 2 Meninggal Setelah Terjatuh ke Laut di Karimunjawa
Pemdes Guwa Lor Bantu Petani Atasi Serangan Hama Padi
Dump Truk dan Tronton Tabrakan di Jalan Diponegoro Cirebon, Satu Sopir Luka Ringan
Anak dan Kelompok Rentan Jadi Fokus Perhatian Gizi di Tabanan
Komisi IX Ingin Penguatan Edukasi Gizi Hingga Desa
Warga Ciwalen Diajak Pahami Gizi Seimbang Anak
Uya Kuya Ajak Warga Jakarta Perhatikan Asupan Gizi Anak
Imlek dan Awal Ramadan Dongkrak Kunjungan ke Goa Sunyaragi
Lucy Kurniasari Apresiasi Dukungan Warga terhadap Penguatan Gizi Anak di Surabaya
Gunakan Drone, KAI Cirebon Pantau Keamanan Jalur Kereta
Haerul Jaman Pastikan Layanan Gizi di Kota Serang Berjalan Baik
Rumah Warga Bandengan Cirebon Terbakar, Tiga Ruangan Hangus
Upaya Cegah Stunting, Komisi IX Kawal Pemenuhan Gizi Masyarakat Bekasi
Safari Ramadan NasDem Sambangi Pesantren hingga Gelar Aksi Sosial di Jabar
Uya Kuya Ajak Warga Setiabudi Perkuat Kesadaran Gizi Anak
Komisi IX Soroti Pentingnya Edukasi Gizi bagi Anak-anak di Tabanan
KAI Cirebon Ingatkan Bahaya Ngabuburit di Sekitar Jalur Kereta
Edukasi Gizi Digencarkan di Pupuan, Tekankan Bahaya Makanan Ultra-Proses