Pemkot Cirebon Raih Predikat Unggul dalam Indeks Kualitas Kebijakan 2025

Selasa, 25 Nov 2025 16:11
    Bagikan  
Pemkot Cirebon Raih Predikat Unggul dalam Indeks Kualitas Kebijakan 2025
Ist

Wali Kota Cirebon (tengah) menunjukkan penghargaan IKK 2025 yang diterima Pemkot Cirebon pada acara penganugerahan di Surabaya.

RINGKASNEWS.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon kembali mencatat prestasi di tingkat nasional setelah meraih predikat unggul dalam Indeks Kualitas Kebijakan (IKK) 2025 yang diselenggarakan Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI. Penghargaan diserahkan dalam acara di Surabaya, Selasa (25/11/2025).

IKK merupakan instrumen penilaian yang digunakan LAN untuk mengukur mutu penyusunan dan pelaksanaan kebijakan publik, mulai dari perencanaan, implementasi, evaluasi, hingga aspek transparansi. Kota Cirebon dinilai mampu memenuhi standar kualitas kebijakan melalui evaluasi mandiri yang dilakukan secara sistematis.

“Alhamdulillah hari ini Kota Cirebon mendapatkan penilaian Indeks Kualitas Kebijakan dengan predikat unggul. Ini hasil kerja bersama seluruh dinas dan instansi yang terlibat,” ujar Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, usai menerima penghargaan.

Di kategori pemerintah kota, hanya enam kota yang meraih predikat unggul: Cirebon, Bontang, Denpasar, Malang, Padang, dan Surabaya. Selain itu, LAN juga memberikan penghargaan kepada tiga pemerintah provinsi serta delapan pemerintah kabupaten yang dinilai berhasil menjaga kualitas kebijakan publiknya.

Penilaian IKK mencakup sejumlah aspek, seperti ketepatan perencanaan, efektivitas pelaksanaan program, keberlanjutan evaluasi, serta tingkat akuntabilitas dan keterlibatan publik. Pemerintah daerah yang meraih predikat unggul dinilai mampu merancang kebijakan berbasis bukti dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Kepala LAN RI, Dr. Muhammad Taufiq, mengapresiasi pemerintah daerah yang berhasil meraih predikat tinggi dalam penilaian tahun ini. “Capaian ini menunjukkan keseriusan luar biasa dalam meningkatkan kualitas kebijakan. Namun, peningkatan ini tidak boleh berhenti di sini,” katanya.

LAN juga melaporkan peningkatan partisipasi instansi dalam pengukuran IKK 2025. Dari 646 instansi pemerintah, sebanyak 548 atau sekitar 85 persen mengikuti penilaian. Menurut Taufiq, angka tersebut mencerminkan semakin kuatnya komitmen instansi pemerintah dalam memperbaiki mutu kebijakan publik.

Penilaian IKK tahun ini mencakup sepuluh sektor kebijakan yang menjadi fokus utama, mulai dari sosial, kesehatan, pendidikan, infrastruktur, pangan, ekonomi, lingkungan, ketenagakerjaan, hukum dan HAM, hingga administrasi negara.

Wali Kota Cirebon berharap penghargaan ini menjadi pendorong untuk terus memperbaiki tata kelola pemerintahan. “Prestasi ini menjadi motivasi agar kualitas kebijakan di Kota Cirebon semakin baik dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Advokat LLAJ: Jangan Hanya Sopir, Perusahaan Angkutan Juga Harus Diusut
Masih Dalam Pemulihan, Lovanya Belum Mengetahui Ayah, Ibu, dan Adiknya Telah Tiada
Tepis Isu yang Beredar, SDN Guntur dan Kanggraksan Pastikan Tak Ada Pungutan
Sebanyak 32 Sarana KAI Daop 3 Cirebon Lulus Uji Kelaikan Operasi
Kepala SDN Nusantara Jaya Klarifikasi Isu MPLS, Seragam dan Buku Dipastikan Tanpa Pungutan
Sengketa Saham RS Permata Cirebon Memanas, Tiga Pendiri Siap Gugat Pembekuan Dividen
Maxi Cirebon Siapkan Turnamen Biliar 9 Ball Home Series 3 pada Agustus
OJK Minta Perbankan Cirebon Raya Tingkatkan Pembiayaan untuk UMKM
Terminal Harjamukti Kaji Penataan Kawasan dan Integrasi Angkutan Umum
Mapag Sri di Luwungkencana Angkat Kisah Asal Usul Desa Lewat Sandiwara
597 Siswa SMKN 1 Susukan Ikuti Edukasi Bahaya Narkoba di Lapas Narkotika Cirebon
Lovanya Masih Alami Trauma, RSUD Gunung Jati Batasi Kunjungan
Pengamat LLAJ Soroti Pernyataan Rem Kurang Maksimal dalam Kecelakaan Truk Gronggong
Warga Larangan Utara dan Selatan Segera Miliki Jembatan Gantung Baru
Lapas Narkotika Cirebon Siapkan PKBM untuk Warga Binaan
Pemkot Cirebon dan Disdik Pastikan Pendampingan untuk Lovanya usai Tragedi Gronggong
Penerimaan Pajak Semester I 2026 Tembus Rp1.035,7 Triliun
KAI Daop 3 Cirebon Layani 308 Ribu Penumpang Selama Masa Libur Sekolah
Penyebab Kecelakaan Gronggong Diminta Dikaji Menyeluruh, Tak Cukup Dugaan Rem Blong
Duka SDN Guntur: Siswi Korban Kecelakaan Gronggong Jalani Amputasi Kaki Kanan, Sekolah Fokus Pulihkan Mental