KA Purwojaya Anjlok di Bekasi, Seluruh Penumpang Selamat

Sabtu, 25 Oct 2025 15:57
    Bagikan  
KA Purwojaya Anjlok di Bekasi, Seluruh Penumpang Selamat
Ist

Tangkapan layar video warga memperlihatkan dua gerbong KA Purwojaya keluar rel dan miring di jalur utama Kedunggedeh, Bekasi, Sabtu (25/10/2025).

RINGKASNEWS.ID - Rangkaian Kereta Api (KA) Purwojaya relasi Gambir–Cilacap mengalami anjlokan di emplasemen Stasiun Kedunggedeh, Kabupaten Bekasi, pada Sabtu (25/10/2025) sekitar pukul 14.25 WIB.

Dua kereta di bagian belakang, termasuk kereta pembangkit, keluar dari rel dan sempat miring di jalur utama lintas utara Jakarta–Cirebon.

Dari rekaman video yang beredar, terlihat salah satu bogie kereta diduga terlepas, membuat rangkaian di bagian belakang terseret sebelum akhirnya berhenti di atas jembatan. Peristiwa tersebut menarik perhatian warga sekitar yang berdatangan ke lokasi.

Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, membenarkan insiden tersebut.

“Begitu laporan diterima dari masinis, petugas segera melakukan koordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk memastikan keselamatan penumpang dan keamanan perjalanan kereta api lainnya,” ujar Ixfan dalam keterangannya.

Rangkaian KA Purwojaya terdiri atas satu lokomotif, delapan kereta eksekutif, satu kereta makan, dan satu kereta pembangkit dengan total penumpang sebanyak 232 orang. Menurut Ixfan, seluruh penumpang dalam kondisi aman.

“KAI memprioritaskan keselamatan dan kenyamanan pelanggan. Seluruh penumpang KA Purwojaya dalam kondisi aman dan akan tetap dapat melanjutkan perjalanan setelah proses penanganan selesai,” ujarnya.

Petugas gabungan dari Stasiun Kedunggedeh, Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska), Unit Jalan Rel, dan tim sarana Daop 1 Jakarta langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan jalur dan evakuasi rangkaian yang terdampak.

Untuk sementara, jalur hulu dan hilir di sekitar lokasi ditutup guna memastikan keamanan perjalanan kereta api lain. KAI juga tengah melakukan pemeriksaan teknis untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya anjlokan.

“Kami mohon maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul akibat gangguan operasional ini. Petugas di lapangan terus bekerja agar perjalanan kereta api dapat segera kembali normal,” kata Ixfan.

Peristiwa ini mengingatkan pada insiden serupa yang menimpa KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Pegaden Baru, Subang, pada 1 Agustus 2025, ketika lima rangkaian keluar jalur dan menyebabkan jalur utama lintas utara lumpuh sementara waktu.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Caruban Promosindo

Berita Terbaru

Padi Reborn Rayakan 28 Tahun Karier Lewat Konser Dua Delapan di Senayan
Cirebon Power Catat Peningkatan Produksi Listrik Sepanjang 2025
Pemerintah Buka Kembali Akses Grok di Indonesia dengan Pengawasan Ketat
Korsleting Diduga Picu Kebakaran Mobil di Jalan Dr. Cipto Cirebon
OJK Cirebon dan Pemkab Indramayu Perluas Penyaluran KUR bagi UMKM
Cegah Kecelakaan, KAI Daop 3 Cirebon Tutup 16 Perlintasan Sebidang Selama 2025
Empat Residivis Curanmor Ditangkap, Polres Cirebon Kota Kembalikan Motor Korban
Perkuat UMKM, OJK Cirebon Dorong Optimalisasi Penyaluran KUR di Kuningan
Komisi I DPRD Kota Cirebon Minta Lurah Data Bangunan Liar di Bantaran Sungai
Dituduh Jual Es Spons, Pedagang Es Gabus Ngaku Alami Kekerasan Aparat
Usai Video Viral Langgar Norma, DPRD Kabupaten Cirebon Soroti Izin dan Pengawasan Tempat Hiburan Malam
Desa Matangaji Kembangkan Wisata Kolam Renang untuk Dongkrak PAD Desa
Satresnarkoba Polres Cirebon Kota Ungkap Dua Kasus Peredaran Obat Keras dan Narkotika
Komisi III DPRD Kota Cirebon Nilai Perlindungan Data Kesehatan Masih Lemah
Tamu Hotel di Kota Cirebon Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar, Polisi Ungkap Kronologi Awal
KAI Buka Penjualan Tiket Kereta Api Lebaran 2026 Mulai 25 Januari
Video Dugaan Pesta LGBT Viral, Polres Cirebon Kota Amankan Dua Orang
Bangunan Outdoor SMAN Susukan Cirebon Ambruk Diterjang Angin, Tiga Siswa Sempat Terjebak
Video Dugaan Pesta LGBT di THM Cirebon Viral, Bupati Minta Penelusuran
Pendapatan Negara di Jawa Barat Tembus Rp145,65 Triliun hingga Akhir 2025