APBN Jawa Barat Catat Surplus Rp18,98 Triliun per November 2025

Selasa, 23 Dec 2025 19:10
    Bagikan  
APBN Jawa Barat Catat Surplus Rp18,98 Triliun per November 2025
Dok.DJP Jabar II

Kepala Kanwil Kementerian Keuangan Jawa Barat bersama jajaran menyampaikan paparan Kinerja APBN Regional Jawa Barat hingga 30 November 2025 dalam konferensi pers di Bandung, Selasa (23/12/2025).

RINGKASNEWS.ID - Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Jawa Barat hingga 30 November 2025 mencatatkan surplus sebesar Rp18,98 triliun. Capaian tersebut mencerminkan kondisi fiskal daerah yang masih terjaga di tengah dinamika perekonomian global.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang P2Humas Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Barat II, Rina Lisnawati, mengatakan surplus tersebut ditopang oleh pendapatan negara yang tumbuh positif, sementara belanja negara dijalankan secara lebih efisien.

Hingga akhir November 2025, pendapatan negara di Jawa Barat tercatat sebesar Rp126,90 triliun atau 82,39 persen dari target Rp154,02 triliun. Secara tahunan, pendapatan negara tumbuh 5,34 persen (year on year/yoy).

“Pertumbuhan pendapatan negara ini ditopang oleh penerimaan perpajakan yang meningkat 5,06 persen (yoy) serta Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang tumbuh 10,21 persen (yoy),” ujar Rina dalam keterangan tertulisnya, Selasa (23/12/2025).

Ia menjelaskan, penerimaan pajak dalam negeri mencapai Rp93,58 triliun atau 79,38 persen dari target, dengan pertumbuhan 5,87 persen (yoy). Kinerja tersebut didorong oleh Pajak Penghasilan (PPh) Nonmigas dan jenis pajak lainnya.

Namun demikian, penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) masih mengalami kontraksi sebesar 0,75 persen. Sementara Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tercatat turun 2,85 persen.

Dari sektor kepabeanan dan cukai, realisasi penerimaan mencapai Rp26,00 triliun atau 84,96 persen dari target, tumbuh 2,26 persen (yoy). Penurunan penerimaan Bea Masuk dipengaruhi tidak adanya impor beras, optimalisasi fasilitas perdagangan bebas (Free Trade Agreement/FTA) di sektor otomotif, serta penurunan penjualan kendaraan nasional.

“Di sisi lain, penerimaan cukai tumbuh 3,11 persen seiring berakhirnya kebijakan relaksasi pembayaran cukai hasil tembakau pada 2024,” kata Rina.

Sementara itu, realisasi PNBP mencapai Rp7,33 triliun atau 132,34 persen dari target. Capaian tersebut ditopang oleh PNBP lainnya serta peningkatan pendapatan Badan Layanan Umum (BLU).

Dari sisi belanja, hingga 30 November 2025 belanja negara terealisasi Rp107,92 triliun atau 88,69 persen dari pagu. Secara tahunan, belanja negara mengalami kontraksi 5,94 persen, terutama dipengaruhi kebijakan efisiensi anggaran pada belanja kementerian/lembaga (K/L) yang terkontraksi 19,17 persen. Sementara Transfer ke Daerah (TKD) masih tumbuh 2,22 persen (yoy).

Sejumlah program prioritas nasional di Jawa Barat tetap berjalan, di antaranya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah menjangkau 10,74 juta penerima manfaat di 27 kabupaten/kota. Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) juga telah menyalurkan pembiayaan untuk 52.787 unit rumah senilai Rp6,61 triliun.

Selain itu, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) tercatat mencapai Rp25,97 triliun kepada sekitar 470 ribu debitur. Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) disalurkan sebesar Rp1,79 triliun kepada 356 ribu debitur.

"Dari sisi makroekonomi, perekonomian Jawa Barat pada triwulan III 2025 tumbuh 5,20 persen (yoy) dengan inflasi yang terkendali di angka 2,54 persen. Neraca perdagangan Jawa Barat juga mencatatkan surplus sebesar 2,40 miliar dolar AS, didorong kinerja ekspor yang masih kuat," tuturnya. 

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Caruban Promosindo

Berita Terbaru

Muh Haris Sebut MBG Tak Hanya Soal Gizi, tetapi Juga Penggerak Ekonomi Daerah
Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis Digelar di Desa Kertajaya, Cianjur
Banjir Belum Surut, Polres Cirebon Kota Salurkan Bantuan untuk Warga Villa Intan Klayan
BPBD Catat 234 Kejadian Bencana di Kabupaten Cirebon Sepanjang 2025
Kasus Dugaan Penggelapan PPN Rp583 Miliar, Tiga Perusahaan Baja di Tangerang Diperiksa DJP
AKSA Cafe Resmi Dibuka di Kota Cirebon, Usung Konsep Semi Open Space
Tiket Mudik Lebaran 2026 Masih Banyak, Ini Data Penjualan KAI Daop 3 Cirebon
Sambut Ramadhan, Hotel Santika Premiere Linggarjati Tawarkan Iftar Nusantara–Timur Tengah
Pipa Utama PDAM Kota Cirebon Jebol, Perbaikan Ditargetkan Dua Hari
Pengurus SMSI Kota Cirebon 2026–2029 Dilantik, Tegaskan Komitmen Media Siber Profesional
Perda Pajak Kota Cirebon Dievaluasi Pemerintah Pusat, DPRD Soroti Dampaknya bagi UMKM
Program MBG Disiapkan sebagai Langkah Bertahap Perbaiki Gizi Masyarakat Grobogan
Program Makan Bergizi Gratis 2026 Dimulai, Grobogan Jadi Lokasi Perdana Sosialisasi
Padi Reborn Rayakan 28 Tahun Karier Lewat Konser Dua Delapan di Senayan
Cirebon Power Catat Peningkatan Produksi Listrik Sepanjang 2025
Pemerintah Buka Kembali Akses Grok di Indonesia dengan Pengawasan Ketat
Korsleting Diduga Picu Kebakaran Mobil di Jalan Dr. Cipto Cirebon
OJK Cirebon dan Pemkab Indramayu Perluas Penyaluran KUR bagi UMKM
Cegah Kecelakaan, KAI Daop 3 Cirebon Tutup 16 Perlintasan Sebidang Selama 2025
Empat Residivis Curanmor Ditangkap, Polres Cirebon Kota Kembalikan Motor Korban