Program Makan Bergizi Dorong Perputaran Ekonomi Lokal di Jakarta

Sabtu, 1 Nov 2025 11:35
    Bagikan  
Program Makan Bergizi Dorong Perputaran Ekonomi Lokal di Jakarta
Ist

Para peserta kegiatan berfoto bersama usai sesi pemaparan program makan bergizi di Kecamatan Sukajadi, Jakarta.

RINGKASNEWS.ID - Upaya memperluas pemahaman dan dukungan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dilakukan pemerintah. Ratusan warga menghadiri kegiatan penyampaian informasi program tersebut di Aula Majelis Tangkuban Perahu, Kecamatan Sukajadi, Jakarta, Rabu (29/10).

Program yang digagas pemerintah ini bertujuan meningkatkan asupan gizi masyarakat, terutama anak-anak usia sekolah, agar tumbuh sehat, cerdas, dan produktif.

Anggota Komisi IX DPR RI, Surya Utama, mengatakan program ini bukan sekadar pemberian makanan, tetapi merupakan strategi jangka panjang untuk menyiapkan kualitas sumber daya manusia Indonesia menghadapi persaingan global.

“Ketika anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup sejak dini, mereka tumbuh lebih sehat dan mampu belajar dengan baik. Ini adalah investasi masa depan bangsa,” ujarnya.

Surya meminta masyarakat turut aktif mendukung pelaksanaan program tersebut di lapangan, termasuk memastikan distribusi, standar higienitas, dan kualitas menu berjalan sesuai ketentuan.

Pada kesempatan yang sama, Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta, Astrid Magdalena, menilai program ini juga membawa dampak ekonomi. Keterlibatan pelaku usaha kecil, petani, hingga penyedia bahan pangan lokal menjadi bagian dari rantai pasok yang terbentuk.

“Program ini tidak hanya menyentuh sektor kesehatan dan pendidikan. Ia menggerakkan ekonomi daerah melalui pembelian bahan pangan lokal. Ini peluang bagi usaha kecil untuk tumbuh,” kata Astrid.

Sementara itu, Tenaga Ahli Direktorat Promosi Badan Gizi Nasional (BGN), Anyelir Puspa Kemala, menjelaskan bahwa seluruh menu dalam program MBG disusun berdasarkan empat kriteria utama: kecukupan kalori, komposisi gizi seimbang, higienitas, dan keamanan pangan.

Menurut Anyelir, penyusunan menu juga mempertimbangkan karakter budaya makan masyarakat setempat.

“Asupan bergizi tidak harus mahal. Yang penting sesuai kebutuhan tubuh dan diolah dengan benar. Itulah yang kami tekankan dalam program ini,” ujarnya.

Selain memastikan kecukupan nutrisi, Anyelir menyebut pelaksanaan program turut membuka lapangan kerja baru, mulai dari tenaga dapur hingga pendamping pelaksana di lapangan.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Era Digital Jadi Tantangan Penguatan Nasionalisme, Ini yang Dibahas Kodim 0614 Kota Cirebon
Tanggapi Somasi Pemegang Saham, Manajemen RS Permata Cirebon Berikan Penjelasan
KAI Daop 3 Cirebon Beri Pembinaan kepada Petugas Jalur, KPJR, dan Penjaga Perlintasan
Pengaturan Lampu Merah di Sejumlah Simpang Kota Cirebon Diubah Jadi Empat Fase
Empat Marketplace Resmi Pungut PPh Pedagang Online, DJP: Bukan Pajak Baru
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Cirebon Kota Ingatkan Pentingnya Pelayanan untuk Masyarakat
Sengketa Saham RS Permata Cirebon Berlanjut, Pemegang Saham Minoritas Kirim Somasi Final
Komisi I DPRD Kabupaten Cirebon Evaluasi Kinerja Disdukcapil dalam Pembahasan APBD 2025
Libur Sekolah Dongkrak Jumlah Penumpang Kereta di Daop 3 Cirebon
Polresta Cirebon Beberkan Hasil Ungkap Kasus Juni 2026, Curanmor Masih Mendominasi
Polresta Cirebon Musnahkan Miras dan Ribuan Knalpot Brong, Nilai Barang Bukti Capai Rp1,1 Miliar
Harmonika Reyharp Jadi Pembeda dalam Penampilan Aldi Taher di Localfest 2026
Kini Ada Shuttle dari Stasiun Cirebon ke Kuningan, Tarifnya Rp50 Ribu
Kios Bakso di Kota Cirebon Terbakar Saat Ganti Tabung Gas, Satu Karyawan Terluka
Wakil Ketua DPRD Minta Kader PMII Tak Apatis terhadap Persoalan Bangsa
Bukan Sekadar Reuni, Ikasmanda '93 Konsisten Gelar Donor Darah Selama 7 Tahun
Topeng Cirebon Bukan Sekadar Seni Pertunjukan, Simpan Nilai Filosofis dan Spiritual
Program Bedah Rumah Menyasar 22 Warga Greged dan Beber, Wakil Ketua DPRD Ikut Mengawal
Tinjau SDN 1 Rawaurip, Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon Serap Aspirasi Sekolah
Jenguk Suami di Rutan Cirebon, Perempuan Kedapatan Sembunyikan 103 Butir Tramadol dan Tembakau Sintetis