Pemkot Cirebon Mulai Penataan Kabel Bawah Tanah untuk Rapikan Wajah Kota

Selasa, 20 Jan 2026 15:27
    Bagikan  
Pemkot Cirebon Mulai Penataan Kabel Bawah Tanah untuk Rapikan Wajah Kota
Dok.Pemkot Cirebon

Wali Kota Cirebon Effendi Edo bersama Pj Sekda dan sejumlah kepala dinas meninjau kondisi kabel semrawut di Jalan Kartini, Senin (19/1/2026), sebagai langkah awal penataan kabel bawah tanah.

RINGKASNEWS.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon mulai menata ulang jaringan utilitas yang selama ini semrawut dan mengganggu estetika kota. Penataan kabel udara akan dialihkan ke sistem bawah tanah sebagai bagian dari upaya memperbaiki wajah kota sekaligus meningkatkan kenyamanan ruang publik.

Langkah awal ini ditandai dengan peninjauan langsung oleh Wali Kota Cirebon Effendi Edo bersama Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah, Sumanto dan sejumlah kepala perangkat daerah di sepanjang Jalan Kartini, Senin (19/1/2026). Ruas jalan tersebut dipilih karena merupakan kawasan strategis sekaligus etalase utama aktivitas perkotaan.

Edo mengatakan, kondisi kabel udara di sejumlah titik sudah tidak tertata dan menimbulkan kesan kumuh. Dari hasil pengecekan di lapangan, satu tiang bahkan bisa dipenuhi belasan kabel dari berbagai penyedia layanan.

“Secara visual sudah sangat tidak nyaman. Ada tiang yang menampung 15 sampai 20 kabel. Ini jelas mengganggu keindahan kota,” kata Edo.

Menurut dia, Pemerintah Kota Cirebon telah bersepakat untuk mengalihkan kabel-kabel tersebut ke sistem ducting atau jalur bawah tanah. Penataan ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan kota yang lebih rapi dan tertib.

“Kami ingin kabel-kabel yang melintang di udara maupun di pinggir jalan itu dibenahi. Solusinya adalah pemindahan ke kabel bawah tanah. Ini sedang kami siapkan secara teknis dan administratif,” ujar Edo.

Proyek penataan kabel ini akan dilakukan secara bertahap. Sedikitnya 15 hingga 17 ruas jalan strategis dengan total panjang sekitar 15 kilometer masuk dalam daftar prioritas. Tahap awal difokuskan pada kabel fiber optik, sebelum dilanjutkan dengan integrasi jaringan utilitas lain.

Edo menambahkan, pemerintah kota telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk PLN, PGN, PDAM, serta Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel), agar penataan utilitas dilakukan dalam satu jalur terpadu.

“Saya ingin semua utilitas ini tertata dalam satu sistem. Tidak ada lagi kabel yang berseliweran tanpa arah. Kami juga menggandeng pihak swasta untuk pelaksanaan di lapangan,” ucapnya.

Edo menyadari, proses pengerjaan proyek ini berpotensi menimbulkan gangguan sementara terhadap aktivitas warga dan lalu lintas. Namun, ia menegaskan bahwa penataan ini merupakan investasi jangka panjang bagi Kota Cirebon.

“Kami mohon maaf jika nanti ada ketidaknyamanan. Ini dilakukan demi penataan kota yang lebih rapi, aman, dan indah ke depannya. Dukungan masyarakat sangat kami harapkan,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cirebon Rachman Hidayat menjelaskan, pihaknya saat ini tengah melakukan inventarisasi jaringan utilitas secara menyeluruh di lapangan.

Penataan kabel bawah tanah, kata Rachman, akan difokuskan pada jalan-jalan protokol seperti Jalan Kartini, Jalan Siliwangi, dan Jalan Tuparev.

“Kami akan membangun ducting atau gorong-gorong khusus di bawah tanah. Penempatannya menyesuaikan kondisi eksisting, apakah di bawah badan jalan atau trotoar, dengan mempertimbangkan jalur gas dan pipa PDAM yang sudah ada,” ungkap Rachman.

Ia menargetkan, minimal 10 kilometer jalur ducting dapat mulai dikerjakan pada tahap awal dan sudah terlihat progresnya tahun ini.

“Target kami tahun ini sudah ada aksi nyata di lapangan, bukan sekadar perencanaan,” kata Rachman.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Reyharp & Balawan Project Bawa Jazz Indonesia Bersinar di Panggung Dunia
Operasi Gabungan Kodim 0614 dan Polri, Titik Rawan Kriminal dan Balap Liar Jadi Sasaran
Hari Anak Nasional, 43 Anak Jajal Jadi General Manager Hotel Selama Sehari
Lapas Narkotika Cirebon Terapkan PAS-KODE, Uang Tunai Tak Lagi Berlaku di Blok Hunian
Kuwu Gegesik Wetan Bantah Dugaan Penyimpangan Anggaran Ketahanan Pangan
Satpol PP Rantai 17 Motor Parkir Liar di Depan SMAK Penabur, Jukir Kabur Saat Razia
Jumlah Wisatawan Asing Naik Kereta di Daop 3 Cirebon Meningkat 13,8 Persen
Gunakan RT/RW untuk Data Potensi Pajak Kendaraan, Pengamat: Itu Cara Kolonial dan Intimidatif
Advokat Senior Rusdianto Dipercaya Nahkodai PD Pembangunan Kota Cirebon
Terungkap, Oknum PNS Bunuh Ibu Rumah Tangga di Jagapura Demi Perhiasan Emas
KAI Daop 3 Cirebon Ajak Siswa SD Pahami Bahaya Bermain di Jalur Rel
Polresta Cirebon Bongkar 26 Kasus Narkoba dan Obat Keras, Tiga Pelakunya Residivis
Massa Desak Pemkot Cirebon Cabut Satgas Pajak, Prioritaskan Jalan dan Sampah
Nelayan Citemu Cirebon Kini Tak Perlu Lagi Beli Es Balok untuk Melaut
KAI Daop 3 Cirebon Siagakan 271 Personel Pengamanan di Stasiun dan Jalur Kereta
Kebakaran Rumah di Graha Tanjung Cirebon Diduga Berawal dari Pembakaran Sampah di Lahan Kosong
Advokat LLAJ: Jangan Hanya Sopir, Perusahaan Angkutan Juga Harus Diusut
Masih Dalam Pemulihan, Lovanya Belum Mengetahui Ayah, Ibu, dan Adiknya Telah Tiada
Tepis Isu yang Beredar, SDN Guntur dan Kanggraksan Pastikan Tak Ada Pungutan
Sebanyak 32 Sarana KAI Daop 3 Cirebon Lulus Uji Kelaikan Operasi