Pemkab Cirebon Percepat Pengembangan Desa Ramah Disabilitas

Rabu, 4 Dec 2024 17:37
    Bagikan  
Pemkab Cirebon Percepat Pengembangan Desa Ramah Disabilitas
Ist

Pemkab Cirebon Siapkan Langkah Strategis untuk Wujudkan Desa Ramah Disabilitas.

RINGKASNEWS.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon terus meningkatkan kesejahteraan komunitas disabilitas melalui pengembangan konsep desa ramah disabilitas. Saat ini, tujuh desa mulai menerapkan program tersebut.

Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya menyatakan, upaya ini dimulai dengan pendataan yang komprehensif terhadap penyandang disabilitas. 

“Kami ingin memastikan semua data valid, sehingga program yang kami jalankan tepat sasaran,” ujar Wahyu saat menghadiri peringatan Hari Disabilitas Internasional di Kantor Kecamatan Lemahabang. Selasa (3/12/2024).

Desa ramah disabilitas menjadi fokus Pemkab Cirebon sebagai solusi untuk membangun lingkungan yang inklusif dan memberdayakan. 

"Program ini mencakup pelatihan keterampilan, penyediaan fasilitas aksesibilitas, dan peningkatan partisipasi penyandang disabilitas dalam pembangunan desa," ucapnya.

Abdul Mujib, Ketua Forum Komunikasi Difabel Cirebon (FKDC), mengapresiasi langkah ini. Menurutnya, inisiatif tersebut menjadi wujud nyata perhatian pemerintah terhadap komunitas disabilitas. 

“Program ini membuka peluang lebih besar bagi kami untuk berkembang,” ungkap Abdul.

Meski demikian, Abdul menekankan masih ada sembilan indikator yang perlu dipenuhi agar desa benar-benar dapat disebut ramah disabilitas. 

"Kami berharap keterlibatan komunitas disabilitas dalam pengambilan keputusan dapat terus ditingkatkan," harapnya.

Dengan tercatatnya 1.200 penyandang disabilitas dan 607 penyintas kusta yang mendapat pendampingan, Pemkab Cirebon berupaya memperluas dampak program ini ke seluruh wilayah. 

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Doa Keselamatan Warnai Tradisi Apeman Keraton Kasepuhan Cirebon
Ditemukan Meninggal di Pabrik Harjamukti, Polisi Sebut Korban Diduga Punya Riwayat Penyakit
Mau Magang di KAI? Daop 3 Cirebon Kini Layani Pengajuan Lewat InternHub
Kapolres Ciko Baru Dapat Titipan PR dari DPRD, Berantas Narkoba hingga Kejahatan Jalanan
Perumda Pasar Cirebon Kejar Pendapatan Rp13 Miliar, Kontrak Parkir GTC Belum Diperpanjang
AKBP Bimantoro Kurniawan Resmi Gantikan AKBP Eko Iskandar sebagai Kapolres Cirebon Kota
Reyharp & Balawan Project Bawa Jazz Indonesia Bersinar di Panggung Dunia
Operasi Gabungan Kodim 0614 dan Polri, Titik Rawan Kriminal dan Balap Liar Jadi Sasaran
Hari Anak Nasional, 43 Anak Jajal Jadi General Manager Hotel Selama Sehari
Lapas Narkotika Cirebon Terapkan PAS-KODE, Uang Tunai Tak Lagi Berlaku di Blok Hunian
Kuwu Gegesik Wetan Bantah Dugaan Penyimpangan Anggaran Ketahanan Pangan
Satpol PP Rantai 17 Motor Parkir Liar di Depan SMAK Penabur, Jukir Kabur Saat Razia
Jumlah Wisatawan Asing Naik Kereta di Daop 3 Cirebon Meningkat 13,8 Persen
Gunakan RT/RW untuk Data Potensi Pajak Kendaraan, Pengamat: Itu Cara Kolonial dan Intimidatif
Advokat Senior Rusdianto Dipercaya Nahkodai PD Pembangunan Kota Cirebon
Terungkap, Oknum PNS Bunuh Ibu Rumah Tangga di Jagapura Demi Perhiasan Emas
KAI Daop 3 Cirebon Ajak Siswa SD Pahami Bahaya Bermain di Jalur Rel
Polresta Cirebon Bongkar 26 Kasus Narkoba dan Obat Keras, Tiga Pelakunya Residivis
Massa Desak Pemkot Cirebon Cabut Satgas Pajak, Prioritaskan Jalan dan Sampah
Nelayan Citemu Cirebon Kini Tak Perlu Lagi Beli Es Balok untuk Melaut