RINGKASNEWS.ID - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Cirebon mulai menerapkan sistem transaksi non tunai di seluruh blok hunian warga binaan. Melalui inovasi PAS-KODE (Pembayaran Aman Sistem Kupon dan Barcode), uang tunai tidak lagi digunakan sebagai alat pembayaran di dalam lapas.
Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) Narkotika Cirebon, Lukman Viky mengatakan, kebijakan tersebut diterapkan untuk mempersempit peluang terjadinya pelanggaran, seperti peredaran handphone, pungutan liar, dan narkoba (HALINAR).
"Uang fisik sering disalahgunakan untuk praktik pemalakan antarwarga binaan maupun penyelundupan barang terlarang. Dengan PAS-KODE, uang rupiah tidak lagi memiliki fungsi sebagai alat transaksi di dalam blok hunian," kata Lukman, Jumat (24/7/2026).
Menurutnya, kondisi lapas yang saat ini mengalami kelebihan kapasitas membuat pengawasan secara manual memiliki keterbatasan. Karena itu, sistem transaksi diubah agar lebih mudah diawasi dan seluruh aktivitas pembayaran dapat ditelusuri.
Dalam sistem PAS-KODE, warga binaan menggunakan kupon khusus yang dilengkapi barcode dan tinta ultraviolet (UV). Saat bertransaksi di kantin blok, petugas akan memindai barcode, memeriksa tanda UV, serta mencocokkan identitas pengguna dengan data yang tersimpan di sistem.
" Selain untuk meningkatkan keamanan, sistem tersebut juga mengubah mekanisme pengiriman uang dari keluarga warga binaan. Dana disetorkan melalui loket layanan yang telah disediakan, kemudian dikonversi ke dalam sistem transaksi di dalam lapas. Saldo dan batas belanja harian juga diatur secara otomatis," jelasnya.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Cirebon, Machda Landasny menutukan, penerapan PAS-KODE menjadi salah satu langkah memperkuat pengawasan dan menciptakan tata kelola yang lebih transparan di lingkungan lapas.
"Inovasi PAS-KODE merupakan bagian dari komitmen kami mewujudkan Zero HALINAR. Sistem ini tidak hanya melindungi warga binaan dari praktik utang-piutang ilegal, tetapi juga menutup celah terjadinya pungutan liar. Harapannya, pengelolaan di dalam lapas semakin bersih, transparan, dan berintegritas," tutur Machda.