Nelayan Citemu Cirebon Kini Tak Perlu Lagi Beli Es Balok untuk Melaut

Rabu, 22 Jul 2026 20:01
Cold storage bertenaga surya yang akan digunakan nelayan Citemu untuk mendinginkan ice pack pengganti es balok. Dok.Cirebon Power

RINGKASNEWS.ID - Nelayan di Desa Citemu, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, kini tak perlu lagi bergantung pada es balok untuk menjaga hasil tangkapan tetap segar saat melaut. Mereka mendapat fasilitas cold storage bertenaga surya yang digunakan untuk mendinginkan ice pack sebagai pengganti es balok.

Direktur Utama Cirebon Power, Hisahiro Takeuchi menuturkan, fasilitas tersebut diharapkan bisa membantu nelayan mengurangi biaya operasional yang selama ini dikeluarkan setiap kali melaut.

"Fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan ekonomi nelayan. Manfaat yang paling terasa adalah pengurangan biaya operasional sekaligus menjaga kualitas hasil tangkapan," kata Takeuchi saat peresmian di Desa Citemu, Rabu (22/7/2026).

Menurutnya, cold storage itu bukan digunakan untuk menyimpan ikan hasil tangkapan. Fasilitas tersebut dipakai untuk mendinginkan sekitar 160 ice pack hingga suhu minus 16 derajat Celsius.

"Ice pack nantinya dibawa nelayan saat melaut sebagai pengganti es balok," ujarnya.

Selama ini, nelayan harus membeli sedikitnya satu balok es dengan harga sekitar Rp40 ribu setiap kali berangkat melaut. Pengeluaran itu menjadi tambahan biaya di luar kebutuhan bahan bakar dan upah anak buah kapal.

Ketua Kelompok Nelayan Desa Citemu, Sutirno, mengatakan penggunaan ice pack akan memangkas biaya tersebut sehingga pendapatan nelayan bisa lebih optimal.

"Sekarang pendapatan bersih nelayan sekitar Rp200 ribu sampai Rp300 ribu per hari saat tangkapan bagus. Dengan adanya ice pack, kami tidak perlu lagi membeli es batu sehingga biaya melaut bisa berkurang," ucap Sutirno.

Ia juga menyebut hasil uji coba menunjukkan kualitas hasil tangkapan lebih terjaga dibanding menggunakan es balok.

"Ikan, rajungan, dan udang tetap segar karena tidak terendam air seperti kalau menggunakan es yang mencair. Saat dijual, kualitasnya juga terlihat lebih baik," katanya.

Cold storage tersebut menggunakan energi dari 30 panel surya. Listrik yang dihasilkan disimpan dalam baterai sehingga fasilitas dapat beroperasi tanpa bergantung pada jaringan listrik maupun genset.

Kepala Desa Citemu, Herintiano, mengatakan, pemerintah desa bersama kelompok nelayan akan membentuk tim pengelola agar pemanfaatan fasilitas tersebut bisa dirasakan seluruh nelayan.

"Kami akan menyusun mekanisme pembagian dan jadwal penggunaan ice pack agar seluruh nelayan bisa memanfaatkannya secara merata," kata Herintiano.

Sementara itu, perwakilan Go Power, Tsuzuki Arata, berharap fasilitas serupa dapat menjadi contoh pemanfaatan energi bersih di kawasan pesisir.

"Cold storage tenaga surya ini dirancang untuk membantu nelayan mengurangi biaya operasional sekaligus meningkatkan kualitas hasil tangkapan sehingga pendapatan mereka juga meningkat," ujarnya.

Cold storage itu memiliki kapasitas panel surya 27.500 Wp, baterai berkapasitas 215 kWh, dan mampu mendinginkan lebih dari 160 ice pack yang akan digunakan secara bergantian oleh para nelayan di Desa Citemu.

Berita Terkini