Kebakaran Rumah di Graha Tanjung Cirebon Diduga Berawal dari Pembakaran Sampah di Lahan Kosong

Rabu, 22 Jul 2026 14:27
Petugas Damkar Kota Cirebon saat memadamkan kebakaran rumah di Perumahan Graha Tanjung, Rabu (22/7/2026). Ringkas Media

RINGKASNEWS.ID - Rumah milik Putu (56) di Perumahan Graha Tanjung, Kampung Penyuken RT 01 RW 05, Jalan Kalitanjung, Kota Cirebon, terbakar pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 13.15 WIB.

Kobaran api membakar bagian atap rumah sebelum akhirnya berhasil dipadamkan petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kota Cirebon.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Cirebon, Andi Riskiyanto mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima dari warga di lokasi, kebakaran diduga berawal dari pembakaran sampah di lahan kosong yang berada di belakang rumah.

Menurut Andi, kondisi cuaca yang panas disertai angin kencang membuat api dengan cepat merambat ke bangunan.

"Dari informasi yang kami terima di lapangan, sebelumnya ada aktivitas pembakaran sampah di lahan kosong belakang rumah. Saat itu cuaca sangat terik dan angin bertiup cukup kencang sehingga api diduga merambat hingga membakar atap rumah," kata Andi.

Begitu menerima laporan, kata Andi, petugas langsung bergerak menuju lokasi dengan mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran. Respons cepat petugas membuat kobaran api berhasil dikendalikan sebelum menjalar ke rumah lain.

"Kami langsung mengirim tiga unit armada ke lokasi. Alhamdulillah api bisa dipadamkan sekitar 10 menit setelah proses pemadaman dilakukan sehingga tidak sampai meluas ke bangunan di sekitarnya," ujarnya.

Andi mengingatkan masyarakat agar tidak lagi membakar sampah di lahan terbuka, terutama saat musim kemarau. Menurutnya, daun, rumput, dan ranting kering sangat mudah terbakar sehingga berpotensi memicu kebakaran yang lebih besar.

"Musim kemarau membuat risiko kebakaran meningkat. Karena itu kami mengimbau masyarakat tidak membakar sampah sembarangan. Api kecil bisa cepat membesar apabila tertiup angin dan mengenai material yang mudah terbakar," tegasnya.

Salah seorang warga, Rahmat yang menyaksikan kejadian itu mengaku sempat melihat adanya pembakaran sampah sekitar setengah jam sebelum api membakar rumah milik Putu. Di lokasi tersebut terdapat banyak daun kering dan rumpun bambu.

"Sekitar setengah jam sebelumnya ada yang bakar sampah di belakang. Anginnya kencang sekali, lalu apinya langsung merambat ke atap rumah," ucap Rahmat.

Melihat api semakin membesar, warga segera menghubungi petugas pemadam kebakaran agar kobaran api tidak menjalar ke bangunan lain.

"Awalnya yang terbakar atap dan plafon. Karena khawatir merembet ke rumah sebelah, saya langsung menghubungi Damkar," tambahnya.

Kasi Kesiapsiagaan, Operasi, dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Cirebon, Nurjaman menuturkan, rumah tersebut sedang tidak berpenghuni saat kebakaran terjadi.

"Rumah milik Pak Putu dalam keadaan kosong saat kejadian, sehingga tidak ada korban jiwa maupun korban luka," kata Nurjaman.

Berita Terkini