RINGKASNEWS.ID - Kodim 0614/Kota Cirebon mengadakan kegiatan Pembinaan Kesiapan Bela Negara (PKBN) yang diikuti prajurit, Keluarga Besar TNI (KBT), dan perwakilan organisasi kepemudaan di Aula 76 Kodim 0614/Kota Cirebon, Kamis (2/7/2026). Kegiatan tersebut membahas penguatan wawasan kebangsaan di tengah perkembangan teknologi digital.
Dandim 0614/Kota Cirebon, Letkol Arm Drajat Santoso mengatakan, penanaman nilai bela negara perlu menyesuaikan perkembangan zaman.
Menurutnya, pendekatan kepada Generasi Z dan Generasi Alpha harus dilakukan melalui dialog dan edukasi, bukan dengan cara yang kaku.
Ia menilai derasnya arus informasi dan budaya global melalui media digital menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga rasa nasionalisme. Karena itu, penguatan pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan dinilai tetap diperlukan.
"Pendekatan kepada generasi muda harus mengikuti perkembangan zaman. Dialog, edukasi, dan keteladanan menjadi cara yang lebih efektif untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan," ujar Drajat.
Dalam sesi diskusi, Ketua GM FKPPI X-15 Kota Cirebon, M. Dany Jaelani, menyampaikan bahwa materi wawasan kebangsaan dan sejarah dinilai semakin berkurang dalam dunia pendidikan.
Ia mengusulkan agar materi tersebut kembali diperkuat melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan.
Selain itu, Dany juga mengusulkan optimalisasi pelaksanaan upacara bendera dengan melibatkan TNI, Polri, dan veteran sebagai pembina upacara.
Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi salah satu cara menanamkan disiplin dan rasa cinta tanah air kepada peserta didik.
"Kami berharap keberadaan Resimen Mahasiswa (Menwa) di perguruan tinggi kembali diaktifkan sebagai salah satu wadah pembinaan bela negara bagi kalangan mahasiswa," tuturnya.
Kegiatan tersebut turut menjadi ruang diskusi mengenai berbagai tantangan dalam menjaga wawasan kebangsaan di era digital, termasuk pentingnya keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda.