RINGKASNEWS.ID - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Raden Hasan Basori, mengajak kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) untuk tidak bersikap apatis terhadap berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat. Menurutnya, mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen perubahan sekaligus pengawal demokrasi.
Pesan tersebut disampaikan Hasan saat menjadi narasumber dalam Pelatihan Kader Dasar (PKD) VIII yang digelar PMII Komisariat Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Cirebon di Pondok Pesantren Nurauliya, Kota Cirebon, Sabtu (27/6/2026).
Dalam pemaparannya, Hasan mengatakan mahasiswa tidak cukup hanya fokus pada kegiatan akademik. Mereka juga perlu memiliki kepedulian terhadap kondisi sosial serta berani menyampaikan aspirasi melalui cara-cara yang sesuai dengan aturan dan nilai demokrasi.
"Mahasiswa yang berani bersuara adalah mahasiswa yang peduli. Kepedulian itulah yang dibutuhkan untuk membangun bangsa ini. Jangan apatis terhadap persoalan masyarakat, karena perubahan selalu dimulai dari orang-orang yang memiliki kepedulian," ujar Hasan.
Selain itu, Hasan mengingatkan pentingnya memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, Pancasila merupakan dasar yang mampu menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman suku, budaya, dan bahasa di Indonesia.
"Pancasila adalah hasil rumusan semua elemen kelompok masyarakat Indonesia. Prinsip utamanya adalah persatuan di tengah perbedaan. Misalnya, kita memiliki ratusan bahasa daerah, tetapi dipersatukan oleh satu bahasa, yaitu Bahasa Indonesia," katanya.
Hasan juga mendorong para kader PMII untuk memiliki cita-cita menjadi pemimpin di berbagai bidang. Ia berharap semakin banyak generasi muda yang terlibat dalam pengambilan kebijakan sehingga dapat membawa perubahan yang positif bagi masyarakat.
Kegiatan PKD VIII mengusung tema "Ijtihad PMII: Membangun Human Resource, Menggerakkan Perubahan Sosial" dan berlangsung selama tiga hari, 26–28 Juni 2026. Pelatihan menghadirkan 11 narasumber dari berbagai latar belakang untuk memperkuat kapasitas kader PMII.
Sementara itu, moderator kegiatan, Alif, mengapresiasi kehadiran Hasan Basori. Menurutnya, diskusi berlangsung hidup karena peserta aktif menyampaikan pertanyaan dan pandangan selama sesi berlangsung.
Melalui kegiatan tersebut, para kader PMII diharapkan tidak hanya memahami nilai-nilai kebangsaan dan sistem ketatanegaraan, tetapi juga memiliki kepedulian yang lebih besar terhadap persoalan masyarakat serta berani mengambil peran dalam pembangunan bangsa.