RINGKASNEWS.ID - Pemerintah terus memperluas sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sejumlah wilayah, salah satunya Desa Kertajaya, Kecamatan Tanggeung, Kabupaten Cianjur.
Program ini menjadi bagian dari upaya nasional untuk memperbaiki kualitas gizi masyarakat sekaligus menyiapkan sumber daya manusia menuju Generasi Emas 2045.
Sosialisasi digelar di DKM Daarul Falah Sawolo, Sabtu (7/2), dan dihadiri ratusan warga sejak pagi. Masyarakat tampak antusias mengikuti pemaparan mengenai tujuan, mekanisme, serta kelompok penerima manfaat program MBG.
Kegiatan ini menghadirkan Anggota Komisi IX DPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa, Kepala KPPG Bogor Haidir, perwakilan DPC Perempuan Bangsa Rusmiati Muchtar, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat.
Dalam sambutannya yang disampaikan secara daring, Neng Eem Marhamah menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis tidak semata bertujuan memenuhi kebutuhan makan anak-anak, tetapi menjadi investasi jangka panjang bagi pembangunan manusia.
“Pemenuhan gizi yang baik sejak dini sangat menentukan kualitas kesehatan, kecerdasan, dan daya saing generasi mendatang. Program ini dirancang untuk memastikan anak-anak tumbuh sehat dan siap menghadapi tantangan ke depan,” kata Neng Eem.
Selain menyasar anak usia sekolah, program MBG juga ditujukan bagi balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Menurut Neng Eem, kelompok tersebut menjadi prioritas karena berperan penting dalam siklus pembangunan kesehatan keluarga.
Ia juga mendorong warga yang belum terdata sebagai penerima manfaat agar segera melapor melalui aparat desa atau pendamping program.
“Data yang akurat sangat dibutuhkan Badan Gizi Nasional sebagai dasar perencanaan dan pemerataan program,” ujarnya.
Tak hanya berdampak pada kesehatan, program MBG juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian lokal. Keberadaan dapur sehat dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membuka peluang kerja bagi warga sekitar, termasuk bagi pemasok bahan pangan lokal.
“Program ini dirancang agar manfaatnya dirasakan secara berlapis, mulai dari anak-anak sebagai penerima utama hingga masyarakat yang terlibat dalam operasional dapur MBG,” kata Neng Eem.
Meski demikian, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan infrastruktur, kondisi geografis, dan distribusi pangan di wilayah tertentu.
"Karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta partisipasi aktif masyarakat agar program ini berjalan efektif dan berkelanjutan," tandasnya.