RINGKASNEWS.ID - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon bersama Pemerintah Kabupaten Indramayu memperluas penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) guna menjaga pertumbuhan ekonomi daerah dan mendukung pemulihan sektor produktif.
Kesepakatan tersebut disampaikan dalam audiensi yang digelar di Pendopo Bupati Indramayu, Rabu (29/1/2026), yang dihadiri jajaran pemerintah daerah serta pimpinan lembaga jasa keuangan di wilayah Kabupaten Indramayu.
Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib mengatakan, perluasan akses pembiayaan menjadi langkah penting agar UMKM memiliki ruang tumbuh yang lebih besar, khususnya di sektor unggulan daerah. Menurut dia, penyaluran KUR dan kredit modal kerja di Indramayu menunjukkan tren yang positif.
“Penyaluran KUR di Kabupaten Indramayu hingga November 2025 mencapai Rp 1,28 triliun dengan 28.294 debitur. Capaian ini menunjukkan peran lembaga jasa keuangan dalam membuka akses pembiayaan bagi UMKM,” ujar Agus.
Selain KUR, penyaluran Kredit Modal Kerja di Indramayu tercatat sebesar Rp 3,8 triliun atau sekitar 19 persen dari total penyaluran di wilayah Ciayumajakuning. Pembiayaan tersebut banyak dimanfaatkan oleh pelaku usaha di sektor pertanian, perikanan, usaha garam, serta industri kreatif batik complongan.
Bupati Indramayu Lucky Hakim menilai ketersediaan pembiayaan yang mudah diakses dan sesuai kebutuhan usaha menjadi faktor penting bagi keberlangsungan UMKM. Ia menyebut sektor pertanian dan perikanan masih menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
“Pelaku usaha membutuhkan pembiayaan yang cepat dan tepat, terutama untuk menjaga keberlanjutan usaha di tengah dinamika ekonomi dan kondisi alam,” kata Lucky.
Ia juga menyinggung banjir yang melanda Indramayu pada Januari 2026 dan berdampak pada sekitar 11.000 hektar tambak ikan, udang, dan bandeng. Kondisi tersebut dinilai berpotensi meningkatkan kebutuhan modal bagi pelaku usaha perikanan dan UMKM.
Selain pembiayaan, OJK Cirebon dan Pemerintah Kabupaten Indramayu menaruh perhatian pada peningkatan literasi dan inklusi keuangan. Program edukasi direncanakan menjangkau hingga tingkat kecamatan dan desa agar masyarakat lebih memahami produk dan layanan keuangan formal.
Agus menambahkan, perluasan penyaluran KUR juga dibarengi dengan upaya edukasi agar pelaku UMKM mampu mengelola pembiayaan secara sehat dan produktif.
“Dengan pemahaman keuangan yang baik, pembiayaan dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan,” ucap Agus.
Melalui kerja sama ini, OJK Cirebon, Pemerintah Kabupaten Indramayu, dan lembaga jasa keuangan berharap akses pembiayaan bagi UMKM semakin terbuka dan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.