RINGKASNEWS.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon mencatat terjadi 234 peristiwa bencana sepanjang tahun 2025. Jumlah tersebut sedikit menurun dibandingkan 2024 yang mencapai 243 kejadian.
Data BPBD menunjukkan, sebagian besar bencana yang terjadi dipicu faktor hidrometeorologi, terutama banjir dan cuaca ekstrem. Kondisi ini masih menjadi ancaman utama di sejumlah wilayah Kabupaten Cirebon.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon Ikin Asikin mengatakan, meskipun jumlah kejadian menurun, potensi bencana hidrometeorologi belum bisa diabaikan. Curah hujan tinggi disertai angin kencang masih berpeluang memicu banjir, tanah longsor, hingga gelombang tinggi di wilayah pesisir.
“Potensi cuaca ekstrem masih perlu diwaspadai. Hujan lebat, angin kencang, banjir, dan longsor bisa terjadi sewaktu-waktu di beberapa daerah,” kata Ikin, Jumat (6/2/2026).
Ikin meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan memantau informasi cuaca dari sumber resmi, seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Informasi tersebut dinilai penting sebagai langkah awal antisipasi risiko bencana.
Selain itu, warga diimbau membatasi aktivitas di kawasan rawan bencana, seperti bantaran sungai, lereng perbukitan, serta wilayah pesisir, terutama saat cuaca ekstrem terjadi.
BPBD juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam upaya pencegahan, salah satunya dengan menjaga kebersihan saluran air untuk mengurangi risiko banjir. Warga diminta mengamankan barang-barang berharga yang berpotensi terdampak angin kencang atau genangan air.
Dalam situasi darurat, masyarakat dapat menghubungi layanan darurat 112 atau melapor langsung ke BPBD Kabupaten Cirebon melalui WhatsApp di nomor 0877-8729-9991.
“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Koordinasi dan kesiapsiagaan bersama sangat dibutuhkan untuk meminimalkan dampak bencana,” terang Ikin.
BPBD Kabupaten Cirebon memastikan tetap melakukan koordinasi lintas instansi dan pemantauan kondisi wilayah, mengingat potensi bencana hidrometeorologi di daerah tersebut masih tergolong tinggi.