RINGKASNEWS.ID - Pemerintah melalui Komisi IX DPR RI bersama Badan Gizi Nasional (BGN) mulai menyiapkan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Program ini dirancang sebagai upaya bertahap untuk memperbaiki kualitas gizi masyarakat, terutama kelompok rentan.
Sosialisasi perdana MBG digelar di Gedung Serbaguna Dewi Sri, Kecamatan Purwodadi, Senin (2/2/2026). Kegiatan tersebut dihadiri ratusan warga, tokoh masyarakat, serta perwakilan pemerintah daerah setempat sebagai bagian dari penguatan kesiapan daerah dalam mendukung program strategis nasional tersebut.
Plt Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional, Gunalan, menegaskan bahwa MBG bukan sekadar program bantuan makanan, melainkan kebijakan pembangunan manusia jangka panjang yang menempatkan pemenuhan gizi sebagai fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Program ini harus dilihat sebagai investasi jangka panjang. Banyak negara lain sudah menerapkan program serupa. Kalau kita menunda, kita justru membiarkan generasi kita tertinggal. MBG kita siapkan untuk anak cucu kita menuju Indonesia Emas 2045,” kata Gunalan.
Ia menjelaskan, MBG dijalankan melalui pendekatan hulu dan hilir, mulai dari penyediaan makanan sesuai standar gizi, penguatan dapur MBG dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga edukasi gizi dan kolaborasi lintas pemerintah daerah.
Menurut Gunalan, keberhasilan program sangat bergantung pada komitmen pemerintah daerah, terutama dalam pengawasan anggaran, pengendalian kualitas layanan, serta kedisiplinan para pelaksana di lapangan.
Selain berdampak langsung pada perbaikan gizi, MBG juga diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi lokal. Seluruh bahan baku makanan diprioritaskan berasal dari hasil produksi masyarakat setempat.
“Bahan baku wajib dari petani lokal. Tidak diambil dari luar daerah. Dengan begitu, pendapatan petani meningkat dan sistem pangan daerah semakin kuat,” ujarnya.
Tenaga Ahli Wakil Kepala BGN Bidang Investigasi, Komunikasi, dan Media Sosial, Dian Islamiati Fatwa, menambahkan bahwa MBG didukung program lintas sektor bernama Mak Comblang yang bertujuan menjembatani petani, nelayan, dan UMKM dengan dapur-dapur MBG.
“Selama ini pasokan tidak stabil, harga mudah dimainkan tengkulak, dan rantai distribusi terlalu panjang. Program ini hadir untuk merapikan rantai pasok agar semua pihak mendapat keuntungan yang lebih adil,” kata Dian.
Sementara itu, Tenaga Ahli Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Hanibal W. Y. Wijayanta, mengatakan Program Makan Bergizi Gratis lahir dari kepedulian Presiden Prabowo Subianto terhadap kondisi gizi masyarakat, khususnya kelompok kurang mampu.
“Presiden melihat masih banyak masyarakat yang kesulitan mendapatkan makanan layak dan bergizi. Negara harus hadir memastikan kebutuhan dasar itu terpenuhi,” tutur Hanibal.
Melalui pelaksanaan MBG secara bertahap, pemerintah berharap kualitas gizi masyarakat Grobogan dapat meningkat sekaligus menjadi fondasi penguatan sumber daya manusia di tingkat daerah dan nasional.