Warga Tanjung Bunut Muara Enim dapat Edukasi Penting Soal Gizi Anak

Kamis, 23 Oct 2025 08:09
    Bagikan  
Warga Tanjung Bunut Muara Enim dapat Edukasi Penting Soal Gizi Anak
Ist

Suasana kegiatan edukasi gizi di Desa Tanjung Bunut, Muara Enim, yang dihadiri ratusan warga setempat.

RINGKASNEWS.ID - Upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat kembali digencarkan di Kabupaten Muara Enim. Warga Desa Tanjung Bunut, Kecamatan Belida Darat, mendapat edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (21/10).

Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani, hadir langsung menyampaikan pentingnya peran keluarga dalam memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal. Ia menekankan bahwa ketersediaan makanan bergizi bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga investasi masa depan bangsa.

“Kalau anak-anak tumbuh sehat dan kuat, ini akan berdampak pada kualitas sumber daya manusia kita ke depan. Jadi ini bukan sekadar bantuan makan, tetapi langkah membangun generasi yang lebih cerdas,” ujar Irma.

Kegiatan tersebut juga diikuti perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), pemerintah desa, anggota DPRD Muara Enim, dan tokoh masyarakat setempat. Warga tampak antusias mengikuti sesi dialog dan tanya jawab seputar kecukupan gizi, pengolahan makanan sehat, hingga pentingnya kebiasaan sarapan.

Perwakilan BGN, Alwin Supriyadi, menilai dukungan warga menjadi faktor penting keberhasilan program. Menurutnya, program seperti ini tidak hanya berjalan dari pemerintah, tetapi harus melibatkan masyarakat hingga tingkat keluarga.

“Kolaborasi pusat, daerah, dan masyarakat adalah kunci. Kita ingin edukasi gizi ini dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya saat kegiatan seperti ini berlangsung,” ujarnya.

Kepala Desa Tanjung Bunut, Marsuan, mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap wilayahnya. Ia berharap program ini dapat menjangkau lebih banyak anak di desa.

“Kami menyambut baik dan tentu berharap keberlanjutan. Mudah-mudahan anak-anak kami bisa tumbuh lebih sehat dan kebiasaan makan bergizi menjadi budaya di rumah,” kata Marsuan.

Irma menegaskan bahwa ia akan terus memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai standar, termasuk kualitas dapur penyedia makanan dan pengawasan pelaksanaannya di lapangan.

Melalui edukasi ini, masyarakat diharapkan tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memahami pentingnya pola makan sehat dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Pengaturan Lampu Merah di Sejumlah Simpang Kota Cirebon Diubah Jadi Empat Fase
Empat Marketplace Resmi Pungut PPh Pedagang Online, DJP: Bukan Pajak Baru
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Cirebon Kota Ingatkan Pentingnya Pelayanan untuk Masyarakat
Sengketa Saham RS Permata Cirebon Berlanjut, Pemegang Saham Minoritas Kirim Somasi Final
Komisi I DPRD Kabupaten Cirebon Evaluasi Kinerja Disdukcapil dalam Pembahasan APBD 2025
Polresta Cirebon Beberkan Hasil Ungkap Kasus Juni 2026, Curanmor Masih Mendominasi
Polresta Cirebon Musnahkan Miras dan Ribuan Knalpot Brong, Nilai Barang Bukti Capai Rp1,1 Miliar
Harmonika Reyharp Jadi Pembeda dalam Penampilan Aldi Taher di Localfest 2026
Kios Bakso di Kota Cirebon Terbakar Saat Ganti Tabung Gas, Satu Karyawan Terluka
Wakil Ketua DPRD Minta Kader PMII Tak Apatis terhadap Persoalan Bangsa
Bukan Sekadar Reuni, Ikasmanda '93 Konsisten Gelar Donor Darah Selama 7 Tahun
Topeng Cirebon Bukan Sekadar Seni Pertunjukan, Simpan Nilai Filosofis dan Spiritual
Program Bedah Rumah Menyasar 22 Warga Greged dan Beber, Wakil Ketua DPRD Ikut Mengawal
Tinjau SDN 1 Rawaurip, Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon Serap Aspirasi Sekolah
Jenguk Suami di Rutan Cirebon, Perempuan Kedapatan Sembunyikan 103 Butir Tramadol dan Tembakau Sintetis
KAI Hadirkan Rail Clinic dan Rail Library di Stasiun Cipunegara
Kabar bagi UMKM, Tarif PPh Final 0,5 Persen Tetap Berlaku dengan Aturan Baru
Gempur Rokok Ilegal: Kenali Cirinya, Hindari Peredarannya
Urus KIR Tak Perlu Antre Lama, Dishub Kota Cirebon Siapkan Layanan Online
Tiga Kanwil DJP di Jawa Barat Sita 288 Aset Penunggak Pajak Senilai Rp54 Miliar