Bangunan Outdoor SMAN Susukan Cirebon Ambruk Diterjang Angin, Tiga Siswa Sempat Terjebak

Kamis, 22 Jan 2026 20:09
Bangunan outdoor SMAN Susukan, Kabupaten Cirebon, ambruk diterjang angin kencang saat hujan deras, Rabu (21/1/2026). Ringkas Media

RINGKASNEWS.ID - Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan bangunan outdoor di SMAN Susukan, Kabupaten Cirebon ambruk pada Rabu (21/1/2026) sore. Dalam peristiwa itu, tiga siswa sempat terjebak di bawah reruntuhan, namun seluruhnya berhasil diselamatkan.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 14.45 WIB, saat angin kencang menerjang bangunan semi permanen yang biasa digunakan untuk kegiatan sekolah. Bangunan tersebut memiliki ukuran sekitar 18 meter x 21 meter dengan tinggi kurang lebih 15 meter.

Kepala SMAN Susukan, Ukendi Andriyana, mengatakan ambruknya bangunan diduga kuat akibat terpaan angin kencang yang datang secara tiba-tiba.

“Bangunan outdoor roboh karena angin sangat kencang. Alhamdulillah, saat kejadian sebagian besar siswa sudah meninggalkan lokasi setelah kegiatan belajar mengajar selesai,” kata Ukendi saat ditemui di sekolah, Rabu, (21/1).

Meski demikian, masih ada beberapa siswa yang berada di area bangunan. Tiga di antaranya sempat terjebak reruntuhan saat bangunan ambruk. Ketiganya berhasil dievakuasi oleh guru dan warga sekitar.

“Sempat panik karena ada siswa yang terjebak. Tiga siswa berhasil diselamatkan, satu di antaranya langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan,” ujar Ukendi.

Ia menambahkan, kondisi siswa yang sempat dirawat kini sudah membaik dan diperbolehkan pulang.

Selain itu, Ukendi juga meluruskan informasi yang beredar terkait meninggalnya seorang guru usai kejadian tersebut. Ia menegaskan, guru yang bersangkutan tidak meninggal akibat tertimpa reruntuhan bangunan.

“Guru tersebut sebelumnya ikut menolong siswa dan mengantar ke rumah sakit. Setelah kembali ke sekolah, beliau sempat berbincang dengan guru lain, lalu tiba-tiba pingsan,” tuturnya.

Pihak sekolah kemudian membawa guru tersebut ke rumah sakit. Namun, di tengah perjalanan, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia.

“Berdasarkan keterangan medis dan keluarga, beliau meninggal karena serangan jantung. Jadi bukan akibat tertimpa reruntuhan bangunan,” kata Ukendi.

Pihak sekolah kini berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan evaluasi dan memastikan keamanan fasilitas sekolah agar kejadian serupa tidak terulang.

Berita Terkini