RINGKASNEWS.ID - Sejumlah wali murid kelas 5A berkumpul di mushala kelas di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Cirebon untuk mengikuti kegiatan mengaji bersama yang ditutup dengan khotmil Al-Qur’an.
Kegiatan ini mulai dibangun sebagai tradisi yang melibatkan orang tua dalam kehidupan religius di lingkungan sekolah.
Tidak hanya membaca Al-Qur’an secara bergiliran hingga khatam, kegiatan tersebut juga menjadi ruang pertemuan antara sekolah dan wali murid untuk memperkuat kebersamaan dalam mendampingi pendidikan anak.
Wali kelas 5A Hj. Aisah mengatakan, kegiatan itu digagas agar nilai-nilai religius tidak hanya diajarkan kepada siswa di ruang kelas, tetapi juga mendapat dukungan dari keluarga.
“Anak-anak biasanya mencontoh kebiasaan orang tuanya. Ketika orang tua juga terlibat dalam kegiatan mengaji, mereka bisa menjadi teladan bagi anak-anak di rumah,” kata Aisah.
Menurut dia, pembiasaan seperti ini diharapkan dapat tumbuh menjadi tradisi positif yang memperkuat budaya membaca Al-Qur’an di lingkungan madrasah.
Doa dalam kegiatan tersebut dipimpin oleh H. Nanang Hasani, Pelaksana Tugas Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Cirebon. Ia mengapresiasi inisiatif para wali murid yang turut mengambil bagian dalam kegiatan keagamaan di sekolah.
Nanang menilai keterlibatan orang tua menjadi salah satu kunci dalam membangun karakter siswa. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga dipengaruhi oleh kebiasaan yang tumbuh di rumah.
“Kalau sekolah dan orang tua berjalan bersama, pembiasaan baik seperti membaca Al-Qur’an akan lebih mudah tertanam pada anak,” ucapnya.
Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilakukan secara berkala sehingga tradisi mengaji tidak hanya hidup di lingkungan madrasah, tetapi juga menjadi bagian dari keseharian siswa bersama keluarganya di rumah. (Karsim)