Simulasi Kendaraan Mogok di Rel, KAI Daop 3 Cirebon Edukasi Petugas dan Pengguna Jalan

Jumat, 6 Mar 2026 09:29
Petugas KAI Daop 3 Cirebon melakukan simulasi penanganan darurat kendaraan mogok di perlintasan kereta api. Dok.Daop 3

RINGKASNEWS.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon menggelar simulasi penanganan kondisi darurat di perlintasan sebidang sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan.

Simulasi dilakukan dengan skenario kendaraan mogok yang menghalangi jalur rel. Kegiatan ini juga dibarengi dengan sosialisasi keselamatan kepada masyarakat agar lebih disiplin saat melintasi perlintasan kereta.

Kegiatan dilaksanakan di dua titik, yakni JPL 157 pada petak jalan Kertasemaya–Arjawinangun yang dijaga oleh petugas Dinas Perhubungan serta JPL 153 pada petak jalan Kertasemaya–Jatibarang yang dijaga oleh masyarakat secara swadaya.

Sebelum simulasi dimulai, petugas penjaga jalan lintasan (PJL) terlebih dahulu mendapatkan penjelasan mengenai prosedur penjagaan perlintasan dan langkah-langkah penanganan jika terjadi kondisi darurat di jalur rel.

Dalam praktik simulasi, ketika terjadi kendaraan mogok di rel, petugas PJL segera melaporkan kejadian tersebut kepada Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA).

Setelah itu, petugas berlari menuju arah datangnya kereta sambil mengibarkan bendera merah sebagai tanda peringatan agar kereta berhenti, dengan tetap mengutamakan keselamatan diri.

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan petugas sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya keselamatan di perlintasan sebidang.

“Melalui simulasi ini kami ingin memastikan petugas memahami prosedur penanganan darurat secara tepat. Di sisi lain, masyarakat juga diingatkan untuk selalu disiplin dan berhati-hati saat melintasi rel kereta api,” ujar Muhibbuddin, Kamis (5/3/2026).

Selain simulasi, KAI Daop 3 Cirebon juga menggelar sosialisasi keselamatan di sejumlah perlintasan sebidang dengan melibatkan komunitas pecinta kereta api Indonesian Railfans Preservation Society (IRPS) Wilayah Cirebon.

Sosialisasi dilakukan di JPL 157 Kertasemaya–Arjawinangun, JPL 153 Kertasemaya–Jatibarang, JPL 191 Cangkring, serta JPL Truag pada petak jalan Cangkring–Cirebon.

Petugas dan relawan memberikan edukasi secara langsung kepada para pengendara, membentangkan spanduk imbauan keselamatan, membagikan stiker, serta menyampaikan pesan keselamatan agar pengguna jalan berhenti sejenak ketika sinyal berbunyi atau palang pintu mulai tertutup.

Muhibbuddin menegaskan, keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama. Ia juga mengingatkan bahwa sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, perjalanan kereta api memiliki prioritas utama di perlintasan sebidang.

“Pengguna jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api dan mematuhi seluruh rambu serta sinyal yang ada. Jangan menerobos palang pintu yang sudah atau akan ditutup, serta hindari berhenti di atas rel,” kata dia.

Berita Terkini