RINGKASNEWS.ID - Keberadaan terminal bayangan atau pool bus yang melayani penjualan tiket sekaligus keberangkatan penumpang dinilai menjadi salah satu penyebab sepinya aktivitas di Terminal Tipe A Harjamukti, Kota Cirebon.
Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Harjamukti, Joko mengatakan, praktik tersebut membuat banyak calon penumpang tidak lagi masuk ke terminal. Mereka memilih naik bus langsung dari pool yang tersebar di sejumlah titik.
"Pool pada dasarnya hanya diperuntukkan sebagai tempat parkir dan perawatan armada. Namun di lapangan, banyak yang juga dijadikan agen penjualan tiket sekaligus tempat menaikkan penumpang. Akibatnya, penumpang sudah diambil sebelum masuk terminal," kata Joko, Sabtu (4/7/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut bertentangan dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Dalam aturan itu, aktivitas menaikkan dan menurunkan penumpang secara reguler seharusnya dilakukan di terminal.
Karena itu, ia berharap pengawasan dan penegakan aturan terhadap perusahaan otobus yang masih memberangkatkan penumpang dari pool dapat lebih dioptimalkan.
Selain maraknya terminal bayangan, Joko menyebut perubahan pola perjalanan masyarakat juga ikut memengaruhi jumlah penumpang bus.
"Sejak beroperasinya Jalan Tol Trans Jawa, semakin banyak masyarakat memilih menggunakan kendaraan pribadi maupun layanan travel dengan sistem jemput langsung," ucapnya.
Persaingan dengan moda transportasi lain, seperti kereta api dan layanan shuttle, juga membuat bus reguler menghadapi tantangan.
Di sisi lain, ketidakpastian waktu tempuh di jalur nasional serta belum meratanya peremajaan armada menjadi faktor yang memengaruhi minat masyarakat menggunakan bus.
"Saat ini, Terminal Harjamukti melayani sekitar 50 armada bus AKAP dan AKDP setiap hari dengan rata-rata sekitar 200 penumpang.
Sebagian besar penumpang memiliki tujuan ke berbagai kota di Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Denpasar, Bali. Aktivitas keberangkatan bus jarak jauh biasanya mulai meningkat pada sore hingga malam hari.
"Terminal Harjamukti juga perlu dikembangkan sebagai kawasan komersial agar tidak hanya berfungsi sebagai tempat naik dan turun penumpang, tetapi juga menjadi pusat aktivitas masyarakat yang mampu menghidupkan kembali kawasan terminal," tandasnya.