Sanggar Sekar Pandan Rayakan 33 Tahun, Herman Khaeron Terima Penghargaan Budaya

Minggu, 4 May 2025 08:29
    Bagikan  
Sanggar Sekar Pandan Rayakan 33 Tahun, Herman Khaeron Terima Penghargaan Budaya
Ist

Herman Khaeron saat Terima Penghargaan di Hari Jadi ke-33 Sanggar Sekar Pandan di Keraton Kacirebonan, Sabtu (3/5) malam.

RINGKASNEWS.ID - Peringatan Hari Jadi ke-33 Sanggar Sekar Pandan Cirebon berlangsung meriah dan penuh makna pada Sabtu (3/5/2025) di Halaman Keraton Kacirebonan Kota Cirebon.

Acara ini menjadi panggung refleksi dan selebrasi atas kiprah sanggar dalam melestarikan seni tari tradisional, khususnya budaya Cirebon, selama lebih dari tiga dekade.

Sejumlah tokoh penting hadir memeriahkan perayaan ini, di antaranya Sultan Kacirebonan Abdul Gani Natadiningrat, Anggota DPR RI, Herman Khaeron, pakar kelautan Prof. Dr. Rochmin Dahuri, perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon, serta para budayawan dan pelaku seni dari berbagai daerah.

Rangkaian pertunjukan seni dari berbagai daerah seperti tari Betawi dan Jepara turut mewarnai acara, menampilkan kekayaan budaya Nusantara dalam satu panggung yang merekatkan persaudaraan. 

Sebagai bentuk apresiasi terhadap para tokoh dan lembaga yang telah mendukung perjalanan sanggar, Sanggar Sekar Pandan menganugerahkan Penghargaan Persaudaraan kepada individu dan komunitas yang dinilai berjasa dalam pelestarian budaya. 

Salah satu penerima penghargaan adalah Anggota DPR RI, Herman Khaeron. Dalam sambutannya, Herman menyambut hangat penghargaan tersebut meskipun ia mengaku tidak menerima undangan resmi sebelumnya. 

Ia menyebut penghargaan itu sebagai bentuk apresiasi luar biasa terhadap dedikasinya selama ini dalam mendukung pelestarian budaya di tanah kelahirannya.

“Dengan dua tangan saya terima penghargaan ini. Ini bagian dari perjalanan sejarah yang tidak bisa dipisahkan dari Cirebon,” ujar legislator empat periode dari Dapil Cirebon-Indramayu tersebut.

Ia juga menegaskan bahwa Cirebon memiliki nilai-nilai budaya luhur dan sejarah panjang yang penting bagi identitas bangsa. Dirinya mengaku selalu hadir dalam berbagai agenda budaya dan siap mendorong pengembangan potensi budaya Cirebon melalui jalur pemerintah pusat.

“InsyaAllah sepulang dari sini saya akan berdiskusi dengan Menteri Ekonomi Kreatif agar potensi budaya Cirebon bisa lebih dikembangkan,” ucapnya.

Herman juga memberikan apresiasi kepada panitia, terutama Kang Dedi, atas komitmen dan kreativitas yang telah terjaga selama 33 tahun dalam menjaga eksistensi sanggar seni ini. 

"Penghargaan ini bukan hanya simbol, tetapi juga penyemangat untuk terus menjaga dan memajukan kebudayaan Cirebon sebagai bagian dari jati diri bangsa," ungkapnya.

Pimpinan Sanggar Sekar Pandan, Elang Heri Komalahadi, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan sanggar. Ia menyebut acara ini sebagai persembahan untuk para pencinta seni dan budaya.

“Kami persembahkan acara ini untuk semua pihak yang telah menjadi bagian dari sejarah kami,” tuturnya.

Selain Herman Khaeron, penghargaan juga diberikan kepada sejumlah tokoh dan lembaga lain, di antaranya: Almarhum Sudjana Aria, Dalang Kurnadi, Agus Deni Arkaningrat, PH. Tisna Dendabrata, Kantor Perpustakaan Bank Indonesia Cirebon, Prof. Dr. H. Rochmin Dahuri, Yurniati Taufik, Dino Syahrudin, Prof. Bernhard North, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon, Prof. Bernhard Bernliam Sianto, Sanggar Seni Suara Murti Bali, Pekasa Jepara, Sanggar Seni Art Company, dan Topeng Betawi Ratna Sari Jakarta.

Peringatan 33 tahun Sanggar Sekar Pandan menjadi bukti nyata peran komunitas seni dalam menjaga warisan budaya lokal, sekaligus membangun jembatan generasi agar semangat seni tradisi tetap menyala di tengah arus zaman.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Caruban Promosindo

Berita Terbaru

Pada 2025, Penumpang Kereta di Daop 3 Cirebon Tembus 4 Juta Orang
Setelah Bertahun-tahun, Masjid Baitulmughni Pasar Tegalgubug Diresmikan
KAI Daop 3 Cirebon Operasikan Rangkaian Baru KA Ranggajati
OTT Perdana 2026, KPK Tangkap Pegawai Pajak dan Wajib Pajak di Kanwil DJP Jakarta Utara
Gus Alex, Staf Khusus Eks Menag Yaqut, Jadi Tersangka Kasus Kuota Haji
Santika Indonesia Jadi Sponsor Satria Muda Bandung, Hadirkan Promo di Cirebon dan Kuningan
Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas Ditetapkan KPK sebagai Tersangka Kasus Kuota Haji
Jangan Iseng Lempar Kereta Api, KAI Daop 3 Cirebon Tegaskan Ada Konsekuensi Hukum
Oknum Mengaku TNI Hadang Jurnalis Saat Liputan SHU Tebu PG Rajawali II Cirebon
Mediasi Warga Panjunan dan Pelindo Berujung Kesepakatan, Aksi Lanjutan Dibatalkan
Aktivitas Stockpile Batubara dan Cangkang Sawit di Pelabuhan Cirebon Diprotes Warga
Waspada Vape Narkotika, BNN Bongkar Jaringan Internasional di Jakarta
Banjir Kiriman dan Hujan Deras, Cirebon Kembali Dikepung Banjir
Pelaporan SPT via Coretax Melonjak di Awal 2026, Tembus 8.160
Mata Sepet di Jalanan, Keluhan Sehari-hari Pengemudi Ojol
Warga Tewas Ditemukan di Parit Jalan Yos Sudarso, Kondisi Trotoar dan Penerangan Jadi Sorotan
Awal Tahun 2026, Personel Polres Cirebon Kota Terima Kenaikan Pangkat
Danantara Bangun Huntara di Aceh Tamiang, PLN Pastikan Listrik Tersambung ke Hunian dan Fasum
Penipuan Keuangan Marak Saat Liburan, OJK Cirebon Imbau Masyarakat Waspada
Catatan Akhir Tahun Polres Cirebon Kota, Penanganan Perkara Meningkat Sepanjang 2025