RINGKASNEWS.ID - Sebuah rumah milik warga di Desa Bandengan, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, terbakar pada Senin (23/2/2026) malam. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun tiga ruangan dilaporkan hangus dilalap api.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 21.20 WIB di Blok Jubin Barat RT 01/RW 01. Rumah tersebut diketahui milik Mainah (61). Saat api mulai muncul, Mainah sedang berada di warung kelontong di depan rumah anaknya, sehingga tidak berada di dalam rumah.
Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh Vera (37), warga sekitar. Ia melihat asap tebal keluar dari bagian belakang rumah korban.
“Saya lihat asap dari kamar belakang. Waktu saya dekati, ternyata api sudah membesar. Saya langsung teriak minta tolong warga,” kata Vera.
Warga yang mendengar teriakan tersebut berdatangan dan berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Sementara itu, warga lain menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk mencegah api merembet ke rumah di sekitarnya yang jaraknya berdekatan.
Petugas pemadam kebakaran dari Pos Pangenan Kabupaten Cirebon tiba sekitar pukul 23.05 WIB dan langsung melakukan pemadaman. Api akhirnya berhasil dikendalikan, meski sejumlah barang tidak sempat diselamatkan.
Kapolsek Mundu, AKP Didi Sumardi, mengatakan pihaknya menerima laporan tak lama setelah kejadian dan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan serta mengamankan area.
“Anggota langsung ke lokasi untuk memastikan situasi aman dan membantu proses penanganan. Kami juga sudah meminta keterangan saksi-saksi,” ujar Didi.
Menurut dia, berdasarkan keterangan awal dan hasil pengecekan sementara, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dari salah satu kamar di bagian belakang rumah. Meski demikian, penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan penyebab pasti.
Kasi Humas Polres Cirebon Kota, AKP M. Aris Hermanto, mengimbau masyarakat agar rutin memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing.
“Pastikan instalasi listrik dalam kondisi baik dan tidak menumpuk penggunaan alat elektronik pada satu sumber arus. Jika ada potensi bahaya, segera lakukan perbaikan,” kata Aris.
