RINGKASNEWS.ID - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Bejaten, Kabupaten Semarang, menitikberatkan pada upaya peningkatan gizi seimbang sekaligus penguatan ekonomi lokal.
Program ini dinilai tidak hanya menyasar aspek kesehatan masyarakat, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi desa melalui pelibatan pelaku usaha pangan setempat.
Anggota Komisi IX DPR RI, H. Muh Haris mengatakan, MBG dirancang sebagai langkah strategis untuk memastikan masyarakat memperoleh akses makanan bergizi sesuai standar nasional.
“Program ini bertujuan meningkatkan asupan gizi sekaligus membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola makan seimbang. Kita ingin masyarakat memahami bahwa gizi yang baik menjadi fondasi kesehatan,” ujar Muh Haris.
Ia menjelaskan, pendekatan gizi seimbang yang diterapkan mengacu pada pedoman nasional, termasuk konsep “Isi Piringku” yang menekankan proporsi karbohidrat, protein, sayur, dan buah secara tepat.
Selain itu, masyarakat juga didorong menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta aktif bergerak.
Menurut Muh Haris, MBG juga dirancang memberi dampak ekonomi dengan melibatkan petani, nelayan, dan pelaku UMKM pangan lokal dalam rantai pasok.
“Ketika bahan pangan dipasok dari desa sendiri, maka ada nilai ekonomi yang berputar di masyarakat. Ini bukan hanya soal makan bergizi, tapi juga pemberdayaan,” katanya.
Program tersebut dijalankan bersama mitra kerja pemerintah, termasuk Badan Gizi Nasional, guna memastikan standar mutu dan kebutuhan gizi terpenuhi.
Ia menambahkan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar program berjalan efektif dan manfaatnya berkelanjutan.
Dengan fokus pada gizi seimbang dan ekonomi lokal, MBG diharapkan mampu memperkuat kualitas kesehatan masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga Desa Bejaten.