RINGKASNEWS.ID - Upaya memperluas pemahaman masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dilakukan. Komisi IX DPR RI bersama Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar sosialisasi program tersebut di Universitas Ngudi Waluya, Kabupaten Semarang, Sabtu (14/2).
Kegiatan ini dihadiri Anggota Komisi IX DPR RI Muh Haris, perwakilan BGN Iskandar, serta jajaran pimpinan dan dosen kampus setempat. Sosialisasi dilakukan untuk memastikan masyarakat memahami tujuan, sasaran, serta mekanisme pelaksanaan program.
Muh Haris mengatakan, MBG merupakan salah satu kebijakan strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.
“Program ini bukan sekadar pemberian makanan gratis, tetapi bagian dari investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” ujar Haris.
Ia menambahkan, keberhasilan MBG sangat bergantung pada ketepatan sasaran dan pengawasan bersama. DPR, kata dia, memiliki fungsi pengawasan agar pelaksanaan program berjalan transparan dan sesuai aturan.
Menurut Haris, MBG juga dirancang memberi dampak ekonomi di daerah karena melibatkan petani, nelayan, serta pelaku UMKM dalam rantai pasok penyediaan bahan pangan.
“Dengan melibatkan pelaku usaha lokal, program ini diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi sekaligus memastikan kualitas bahan pangan tetap terjaga,” katanya.
Program MBG menyasar anak sekolah, santri, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Pemerintah berharap intervensi ini dapat menekan angka malnutrisi serta memperkuat fondasi kesehatan generasi penerus menuju Indonesia Emas 2045.