Selama Masa Transisi Coretax, DJP Hapus Sanksi Keterlambatan Bayar dan Lapor Pajak

Sabtu, 1 Mar 2025 11:49
    Bagikan  
Selama Masa Transisi Coretax, DJP Hapus Sanksi Keterlambatan Bayar dan Lapor Pajak
Ist

DJP Hapus Sanksi Keterlambatan Bayar dan Lapor Pajak Selama Masa Transisi Coretax.

RINGKASNEWS.ID - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan resmi menghapus sanksi administratif bagi wajib pajak yang mengalami keterlambatan pembayaran atau pelaporan akibat transisi sistem Coretax. 

Keputusan ini tertuang dalam Keputusan Dirjen Pajak Nomor 67/PJ/2025 yang diterbitkan pada 27 Februari 2025. 

Menurut Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, Dwi Astuti, kebijakan ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi wajib pajak dalam menyesuaikan diri dengan perubahan sistem. 

"Kami memahami adanya kendala teknis yang mungkin terjadi dalam implementasi Coretax, sehingga sanksi administratif untuk keterlambatan tertentu akan dihapus," ujarnya pada Jumat (28/2). 

Jenis Pajak yang Dapat Penghapusan Sanksi 

Penghapusan sanksi administratif mencakup dua aspek utama: keterlambatan pembayaran dan keterlambatan pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT). 

1. Keterlambatan Pembayaran Pajak 

Empat jenis pajak yang mendapatkan penghapusan sanksi adalah: 

• PPh Pasal 4 ayat (2) (selain pengalihan tanah/bangunan), PPh 15, 21, 22, 23, 25, dan 26 untuk masa pajak Januari 2025. 

• PPh Pasal 4 ayat (2) atas pengalihan tanah/bangunan untuk masa pajak Desember 2024. 

• PPN dan PPnBM untuk masa pajak Januari 2025. 

• Bea meterai untuk masa pajak Desember 2024 dan Januari 2025. 

2. Keterlambatan Pelaporan SPT 

Lima jenis pajak yang termasuk dalam kebijakan ini adalah: 

• SPT Masa PPh Pasal 21 dan 26 serta SPT Masa Unifikasi untuk masa pajak Januari-Maret 2025. 

• SPT PPh Pasal 4 ayat (2) atas pengalihan hak tanah/bangunan untuk masa pajak Desember 2024-Maret 2025. 

• SPT PPh Pasal 4 ayat (2) atas usaha dengan peredaran bruto tertentu serta PPh Pasal 25 untuk masa pajak Januari-Maret 2025. 

• SPT Masa PPN untuk masa pajak Januari-Maret 2025. 

• SPT Bea Meterai untuk masa pajak Desember 2024-Maret 2025. 

Batas Waktu dan Proses Penghapusan Sanksi 

DJP menetapkan tenggat waktu penghapusan sanksi berdasarkan jenis pajak. Untuk PPh dan bea meterai, batas waktu adalah akhir bulan setelah masa pajak, seperti: 

• 31 Januari 2025 untuk masa pajak Desember 2024. 

• 28 Februari 2025 untuk masa pajak Januari 2025. 

• 31 Maret 2025 untuk masa pajak Februari 2025. 

• 30 April 2025 untuk masa pajak Maret 2025. 

Sementara itu, untuk PPN dan PPnBM, batas waktu adalah tanggal 10 pada dua bulan setelah masa pajak, yaitu: 

• 10 Maret 2025 untuk masa pajak Januari 2025. 

• 10 April 2025 untuk masa pajak Februari 2025. 

• 10 Mei 2025 untuk masa pajak Maret 2025. 

DJP menegaskan bahwa bagi wajib pajak yang memenuhi syarat, tidak akan diterbitkan Surat Tagihan Pajak (STP). Jika STP sudah terbit sebelum keputusan ini berlaku, maka sanksi akan dihapus secara otomatis oleh DJP. 

Kebijakan ini menjadi langkah pemerintah dalam memastikan implementasi Coretax berjalan lancar tanpa membebani wajib pajak. 

DJP pun mengimbau para wajib pajak untuk tetap mengikuti perkembangan sistem perpajakan guna menghindari kendala di masa mendatang.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Caruban Promosindo

Berita Terbaru

Rencana IGD 24 Jam di Puskesmas Kota Cirebon Dapat Sorotan DPRD
Mobil Terbakar di Rest Area KM 130 Tol Cipali Saat Pengemudi Beribadah
DPRD Kabupaten Cirebon Minta Pajak Sektor Hiburan Dioptimalkan untuk Dongkrak PAD
Pemerintah Pulangkan Warga Cirebon Korban Perdagangan Orang di China
SMSI Kota Cirebon Peringati HUT ke-9 dengan Berbagi Sembako dan Buka Puasa Bersama
Festival Ramadan Ramai Pengunjung, Wali Kota Cirebon Minta Lalu Lintas Ditata
Pembangkit Tetap Andal Sepanjang 2025, Cirebon Power Aktif Jalankan Program CSR
Simulasi Kendaraan Mogok di Rel, KAI Daop 3 Cirebon Edukasi Petugas dan Pengguna Jalan
Indosat Tingkatkan Kapasitas Jaringan di Jalur Mudik dan Titik Strategis
Musrenbangdes Gintungranjeng Bahas Prioritas Pembangunan Desa 2026
Evaluasi PAD, DPRD Kabupaten Cirebon Minta Bapenda Maksimalkan Potensi Pajak Daerah
DPRD Kabupaten Cirebon Sampaikan Pokir 2027, Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Warga
Gerakan Pangan Murah Jadi Upaya Polres Cirebon Kota Ringankan Beban Warga
OJK Cirebon dan Komisi XI DPR RI Ajak Nelayan Gebang Mekar Lebih Melek Keuangan
Catat Jamnya! Gerhana Bulan Total 3 Maret Bisa Disaksikan dari Indonesia
Pergantian Kepemimpinan di MIN 2 Cirebon, Penguatan Mutu Pendidikan Jadi Fokus
Viral Video Pembongkaran TK di Guwa Kidul untuk Koperasi Merah Putih, Ini Penjelasan Kades
Ribuan Peserta PBI JKN di Kota Cirebon Dicoret, DPRD Ingatkan Hak Kesehatan Warga
Daop 3 Cirebon Siapkan Layanan Motis untuk Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026
Jangan Sampai Terlambat, Ini Jadwal dan Cara Lapor SPT 2026