Petani Sulit Pupuk, Nelayan Mengeluh Hasil Tangkapan Menurun, Jadi Sorotan Warga NU Cirebon

Rabu, 3 Jun 2026 07:19
Halaqah Pra-Mubes NU di Cirebon membahas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat kecil, mulai dari petani, nelayan, hingga buruh migran. Ist

RINGKASNEWS.ID - Kesulitan yang dihadapi petani, nelayan, pedagang kecil hingga keluarga buruh migran menjadi perhatian dalam forum warga Nahdlatul Ulama (NU) di Cirebon, Senin (1/6/2026).

Dalam halaqah pra-Musyawarah Besar (Mubes) yang berlangsung di Kempek, Kabupaten Cirebon, berbagai persoalan masyarakat bawah mengemuka. Mulai dari pupuk yang sulit diperoleh petani, pendapatan nelayan yang terus tergerus, hingga daya beli masyarakat yang dinilai belum pulih.

Pengasuh Pesantren Manhaj Luhur Fahmina Cirebon, KH Marzuki Wahid, menilai kelompok masyarakat kecil saat ini menghadapi tekanan dari berbagai sisi. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu mendapat perhatian lebih serius dari berbagai pihak, termasuk organisasi kemasyarakatan.

"Petani menghadapi persoalan pupuk dan harga hasil panen yang tidak menentu. Nelayan juga menghadapi tantangan akibat kondisi lingkungan yang memengaruhi hasil tangkapan mereka," kata Marzuki.

Ia mengatakan persoalan serupa juga dirasakan pedagang kecil yang harus bertahan di tengah melemahnya daya beli masyarakat. Sementara itu, guru honorer masih bergulat dengan masalah kesejahteraan, sedangkan keluarga buruh migran menghadapi tekanan ekonomi maupun sosial.

Menurut Marzuki, kondisi tersebut menunjukkan bahwa berbagai persoalan dasar masyarakat belum sepenuhnya teratasi. Karena itu, suara kelompok akar rumput perlu lebih banyak didengar dalam perumusan kebijakan maupun program-program sosial.

"Apakah NU masih cukup dekat dengan kegelisahan rakyat kecil dan mampu menjadi ruang perlindungan bagi mereka, itu yang perlu terus dijawab," ujarnya.

Dalam forum tersebut, peserta dari berbagai latar belakang, seperti petani, nelayan, pedagang kaki lima, pendamping buruh migran, akademisi, hingga aktivis sosial, menyampaikan pengalaman dan persoalan yang mereka hadapi di lapangan.

Sejumlah peserta juga menyoroti pentingnya penguatan ketahanan ekonomi masyarakat, terutama di tengah tekanan biaya hidup dan ketidakpastian kondisi ekonomi yang masih dirasakan sebagian warga.

Hasil pembahasan dalam halaqah itu rencananya akan menjadi salah satu masukan menjelang Musyawarah Besar NU, terutama terkait isu kesejahteraan masyarakat dan penguatan peran organisasi dalam menjawab persoalan sosial di tingkat akar rumput.

Berita Terkini