RINGKASNEWS.ID - Pengguna jalan di Jatibarang, Kabupaten Indramayu segera menikmati akses yang lebih nyaman. pasalnya, Underpass Jatibarang di Jalan Tentara Pelajar akan ditingkatkan untuk memperlancar arus lalu lintas sekaligus meningkatkan keselamatan di kawasan tersebut.
Proyek ini merupakan hasil kolaborasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Indramayu, dan PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin mengatakan, peningkatan underpass ini menjadi langkah penting untuk menyesuaikan infrastruktur dengan kebutuhan transportasi yang terus berkembang.
“Keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Dengan peningkatan underpass ini, kami berharap arus kendaraan menjadi lebih lancar, sekaligus meminimalkan potensi gangguan di kawasan perlintasan,” ujar Muhibbuddin, Kamis (30/4/2026).
Ia menjelaskan, underpass di KM 177+975 akan diperlebar masing-masing 15 meter ke sisi kanan dan kiri. Selain itu, jalur underpass juga akan diperpanjang sekitar 50 meter ke arah utara dan selatan.
Jalan di area underpass pun akan ditingkatkan menjadi dua lajur. Ketinggian terowongan juga akan ditambah agar kendaraan berukuran besar dapat melintas dengan lebih aman dan nyaman.
Menurut Muhibbuddin, peningkatan kapasitas ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan kendaraan yang selama ini kerap terjadi, terutama pada jam-jam sibuk.
"Dengan kapasitas yang lebih besar, arus lalu lintas di kawasan Jatibarang nantinya diharapkan menjadi lebih lancar dan tertata," ucapnya.
Menurutnya, selama tahap persiapan, KAI Daop 3 Cirebon terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, Dinas Perhubungan, kepolisian, hingga instansi terkait lainnya.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan serta tetap mengutamakan keselamatan operasional kereta api.
“Sinergi dengan seluruh pihak terus kami lakukan agar pelaksanaan proyek ini berjalan lancar dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat,” kata Muhibbuddin.
Peningkatan underpass ini juga mencakup area aset KAI seluas sekitar 2.828 meter persegi. Di area tersebut terdapat 15 hunian warga yang terdampak, termasuk akses jalan di sekitarnya.
"KAI bersama pemerintah daerah mengedepankan pendekatan yang komunikatif kepada warga terdampak. Dengan begitu, proses pembangunan diharapkan dapat berjalan lancar, sekaligus tetap memperhatikan kebutuhan masyarakat di sekitar lokasi," tuturnya.