RINGKASNEWS.ID - Pembangunan saluran air di Jalan Kalijaga, tepatnya di sekitar petilasan Sunan Kalijaga, RW 03, Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon menjadi sorotan warga.
Mereka menemukan adanya dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan proyek tersebut, terutama terkait penggunaan material yang diduga berasal dari bongkaran lama.
Proyek ini dikerjakan pada awal Desember 2025 sebagai bagian dari pelaksanaan kegiatan Triwulan IV. Namun, sejak pengerjaan berlangsung, warga menilai ada hal yang perlu mendapat perhatian, khususnya soal kualitas material yang digunakan.
Di lokasi proyek, terlihat tumpukan batu yang disiapkan untuk pembangunan saluran. Warga menduga sebagian batu tersebut bukan material baru, melainkan material bekas hasil bongkaran senderan lama di area sekitar.
"Batu-batunya terlihat seperti material lama yang dipakai lagi. Kalau benar demikian, tentu kami mempertanyakan kualitas hasil pekerjaannya nanti," ujar seorang warga, Senin (8/12/2025).
Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan tersebut dibiayai melalui APBD Kota Cirebon dan dilaksanakan oleh Bidang Sumber Daya Air (SDA), Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cirebon.
Warga menilai, setiap proyek yang menggunakan anggaran pemerintah harus dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan standar mutu yang telah ditetapkan. Penggunaan material yang tidak sesuai dikhawatirkan dapat memengaruhi kualitas dan ketahanan bangunan.
"Kalau anggarannya dari pemerintah, tentu masyarakat berharap material yang dipakai benar-benar sesuai standar. Jangan sampai ada pengurangan kualitas yang akhirnya merugikan masyarakat," kata warga lainnya.
Selain itu, warga juga menekankan pentingnya pengawasan selama proyek berlangsung. Mereka berharap setiap tahapan pekerjaan dipantau secara ketat agar tidak terjadi penyimpangan.
"Pengawasan harus serius sejak awal. Dengan begitu, kalau ada yang tidak sesuai, bisa langsung diperbaiki sebelum proyek selesai," ucapnya.
Warga berharap instansi terkait segera turun ke lapangan untuk memeriksa pelaksanaan proyek tersebut. Mereka ingin memastikan pembangunan saluran air di kawasan itu berjalan sesuai aturan, berkualitas, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.