RINGKASNEWS.ID - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali diperkenalkan kepada warga Kota Malang sebagai bagian dari perluasan layanan gizi untuk anak dan kelompok rentan.
Kegiatan berlangsung di Jl. Blimbing Indah Megah pada Jumat (14/11), dengan melibatkan unsur pemerintah dan pelaksana program di daerah.
Anggota Komisi IX DPR RI, Gamal M.Biomed, mengatakan bahwa MBG menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia menjelang 2045.
Ia menekankan bahwa pemahaman gizi sejak dini berpengaruh besar terhadap perkembangan anak.
“Program MBG memastikan anak-anak memperoleh nutrisi yang layak. Human Capital Index kita masih 0,54, artinya potensi anak belum berkembang sepenuhnya. Masalah gizi seperti stunting dan wasting harus kita selesaikan bersama,” ujar Gamal.
Ia menambahkan bahwa dampak stunting tidak hanya terlihat pada pertumbuhan fisik, tetapi juga memengaruhi kemampuan belajar dan produktivitas di usia dewasa.
Korwil BGN Kota Malang, Muhamad Atho’illah, menyampaikan bahwa peran Satuan Pelaksanaan Pelayanan Gizi (SPPG) sangat menentukan jalannya program. SPPG, katanya, menyediakan layanan konsultasi dan berbagai kegiatan edukasi gizi secara rutin sepanjang tahun.
“Malang memiliki pasokan ayam, telur, sayuran, dan buah yang bisa dipenuhi dari petani lokal. Dampaknya langsung dirasakan masyarakat karena rantai pasoknya lebih pendek,” terangnya.
Pelaksana Program MBG Kota Malang, Efendi Sudarmono, memaparkan bahwa dapur pelaksana MBG berjalan dengan standar ketat, mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, pemorsian, hingga distribusi makanan.
“Kami memastikan prosesnya higienis dan terukur. Evaluasi dilakukan rutin agar kualitas makanan yang diberikan tetap terjaga,” katanya.
Pengenalan program MBG di Malang diharapkan memperluas pemahaman masyarakat terkait pentingnya gizi seimbang serta mendorong kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha lokal, dan warga.
Program ini ditargetkan mampu mendukung lahirnya generasi yang lebih sehat dan produktif di masa mendatang.