KAI Cirebon Ingatkan Bahaya Ngabuburit di Sekitar Jalur Kereta

Minggu, 22 Feb 2026 16:02
Petugas keamanan Daop 3 Cirebon mengingatkan anak-anak yang beraktivitas di sekitar jalur rel saat sore hari menjelang berbuka puasa. Dok.Daop 3

RINGKASNEWS.ID - Aktivitas warga yang menunggu waktu berbuka puasa di sekitar rel kereta masih ditemukan di sejumlah titik di wilayah Cirebon.

Kondisi itu dinilai berisiko tinggi terhadap keselamatan, terutama saat frekuensi perjalanan kereta tetap padat selama Ramadhan.

Manager Humas Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin mengatakan, jalur rel bukan tempat yang aman untuk berkegiatan, termasuk sekadar duduk santai atau membuat konten media sosial.

“Rel kereta adalah ruang manfaat yang digunakan khusus untuk operasional perjalanan kereta api. Bukan untuk aktivitas masyarakat,” kata Muhibbuddin, Sabtu (22/2/2026).

Menurut dia, masih ada warga yang berjalan di lintasan, duduk di bantalan rel, hingga berfoto di atas rel menjelang waktu berbuka.

"Padahal, kereta melaju dengan kecepatan tinggi dan tidak bisa berhenti mendadak ketika masinis melihat orang berada di jalur," ucapnya.

Ia menjelaskan, jarak pengereman kereta cukup panjang. Dalam situasi tertentu, masinis membutuhkan waktu dan jarak yang tidak sedikit untuk menghentikan laju rangkaian.

“Banyak yang mengira masih sempat menghindar. Padahal selisih beberapa detik saja bisa berakibat fatal,” ujarnya.

Data Daop 3 Cirebon mencatat, sejak Januari hingga pertengahan Februari 2026 terjadi delapan insiden orang tertemper kereta di wilayah operasional tersebut.

Menurutnya, sejumlah kasus dipicu kurangnya kewaspadaan, termasuk penggunaan telepon genggam saat berada di sekitar rel.

" Larangan beraktivitas di jalur kereta telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian," terangnya.

Aturan itu menyebutkan setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api, dengan ancaman pidana kurungan atau denda bagi pelanggar.

Muhibbuddin menambahkan, selama Ramadhan patroli keamanan ditingkatkan, khususnya pada sore hari di titik-titik yang kerap dijadikan lokasi berkumpul. Pihaknya juga menggencarkan edukasi keselamatan ke sekolah dan masyarakat sekitar rel.

“Kami berharap masyarakat lebih waspada. Keselamatan harus menjadi prioritas bersama,” kata dia.

Berita Terkini