RINGKASNEWS.ID - IPB University bersama Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Cirebon menggelar pelatihan bertajuk Swarm Aerator: Revolusi Teknologi Cerdas untuk Budidaya Perikanan Naik Kelas secara daring melalui Zoom Meeting, pada, 12 Juni 2026.
Kegiatan ini memperkenalkan teknologi pemantauan kualitas air berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang untuk mendukung budidaya perikanan yang lebih modern dan efisien.
Ketua Peneliti Swarm Aerator, Ridwan Siskandar mengatakan, kualitas air menjadi salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan budidaya ikan. Karena itu, pemantauan kondisi air perlu dilakukan secara rutin agar pertumbuhan dan kesehatan ikan tetap terjaga.
"Melalui pelatihan ini, kami ingin mengenalkan pentingnya pemantauan kualitas air dalam budidaya perikanan," ujar Ridwan.
Menurut dia, Swarm Aerator dikembangkan sebagai inovasi yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dapat diterapkan langsung oleh pembudidaya.
"Teknologi ini diharapkan membantu pengelolaan kolam menjadi lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan," ucapnya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai berbagai parameter penting yang perlu dipantau. Di antaranya kadar oksigen terlarut (dissolved oxygen), pH air, suhu, tingkat kekeruhan, hingga kandungan amonia.
Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan komponen utama Swarm Aerator, seperti SwarmMonitor, HydroSense, dan AeroVortex.
"Materi yang diberikan mencakup alur kerja sistem, proses pembuatan perangkat, hingga cara penggunaannya dalam kegiatan budidaya," tuturnya.
Praktisi Swarm Aerator, Niefa Efrilia Violenic, menjelaskan bahwa teknologi ini memungkinkan pemantauan kualitas air dilakukan secara real-time melalui aplikasi pada perangkat seluler.
"Peserta diperkenalkan pada cara kerja sistem, mulai dari pemantauan kualitas air hingga penggunaan aplikasi mobile," kata Niefa.
Ia menambahkan, teknologi tersebut dapat membantu pembudidaya mengetahui kondisi kolam secara lebih cepat. Dengan begitu, potensi masalah kualitas air dapat dideteksi lebih awal sebelum berdampak pada ikan yang dibudidayakan.
Pelatihan ini juga menghadirkan praktisi Swarm Aerator, Dio Aranda, serta didukung tim pengembang yang terdiri dari Fikri Binaul Umah, Faiq Subhi Ramadlan, dan Muhammad Kheva. Turut hadir Ketua Program Studi Budidaya Perikanan UNU Cirebon, Billi Rifa Kusumah.
Melalui kegiatan ini, IPB University dan UNU Cirebon berharap semakin banyak pelaku budidaya perikanan yang memanfaatkan teknologi dalam pengelolaan kolam.
Kehadiran Swarm Aerator diharapkan menjadi salah satu solusi untuk mendorong budidaya perikanan yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan.