RINGKASNEWS.ID - Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di RW 11 Kalijaga Permai, Kota Cirebon, menuai kritik terkait kondisi kebersihan dan fasilitas pendukung operasionalnya.
Perhatian itu muncul setelah adanya penilaian bahwa sejumlah aspek penting di dapur SPPG perlu dibenahi agar sesuai standar yang ditetapkan pemerintah pusat.
Ketua AMX Cirebon Raya, M. Hayat mengatakan, fasilitas dapur program pemenuhan gizi harus dijalankan secara profesional karena berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat.
Menurut dia, kebersihan ruangan, sistem sanitasi, sirkulasi udara, hingga Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) menjadi hal mendasar yang wajib dipenuhi.
“Kalau ada yang belum sesuai standar nasional, sebaiknya operasional dihentikan sementara sampai semuanya dibenahi,” kata Hayat saat ditemui, Selasa (19/5/2026).
Selain fasilitas pendukung, ia juga menyoroti proses pengolahan makanan dan kebersihan alat makan yang digunakan di dapur SPPG.
Hayat menilai keberadaan IPAL sangat penting agar limbah hasil aktivitas dapur tidak berdampak pada lingkungan sekitar permukiman warga.
"Kami meminta pengelola dapur segera melakukan pembenahan dan melengkapi seluruh regulasi maupun perizinan yang dibutuhkan," tegas Hayat.
Menurutnya, standar operasional dapur tidak bisa dianggap sepele karena program tersebut ditujukan untuk pelayanan gizi masyarakat.
“Kita ingin dapur SPPG ini benar-benar berjalan sehat, aman, dan sesuai aturan sehingga manfaat program bisa dirasakan dengan baik,” tandasnya.