OJK Cirebon Catat Kinerja Positif Sektor Jasa Keuangan di Ciayumajakuning

Rabu, 29 Apr 2026 08:11
Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib memaparkan perkembangan kinerja sektor jasa keuangan Ciayumajakuning pada triwulan I 2026 di Kantor OJK Cirebon, Selasa (28/4/2026). Dok.OJK

RINGKASNEWS.ID - Kinerja sektor jasa keuangan di wilayah Ciayumajakuning pada triwulan I 2026 menunjukkan tren yang positif. Pertumbuhan terjadi di berbagai sektor, mulai dari perbankan, pasar modal, hingga layanan keuangan kepada masyarakat.

Kondisi ini menunjukkan bahwa stabilitas sektor keuangan di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan tetap terjaga dengan baik.

Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib mengatakan, pertumbuhan tersebut menjadi sinyal positif bagi perekonomian daerah. Menurut dia, sektor jasa keuangan di Ciayumajakuning masih tumbuh sehat di tengah dinamika ekonomi yang terus bergerak.

“Pertumbuhan kredit, aset perbankan, hingga jumlah investor terus menunjukkan tren yang baik. Ini menandakan sektor jasa keuangan di Ciayumajakuning tetap solid,” ujar Agus, Selasa (28/4/2026).

Hingga Maret 2026, penyaluran kredit bank umum di wilayah Ciayumajakuning tercatat mencapai Rp48,19 triliun. Sementara itu, total aset perbankan mencapai Rp59,63 triliun, dengan dana pihak ketiga yang berhasil dihimpun sebesar Rp41,31 triliun. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) juga tetap terjaga di level 3,61 persen.

Tak hanya bank umum, Bank Perekonomian Rakyat (BPR) juga mencatat kinerja yang positif. Penyaluran kredit BPR mencapai Rp2,16 triliun atau tumbuh 5,31 persen secara tahunan. Total aset BPR pun meningkat menjadi Rp2,96 triliun.

“Kualitas kredit juga tetap terjaga. Ini menunjukkan fungsi intermediasi perbankan berjalan dengan baik sekaligus tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian,” kata Agus.

Di sektor pasar modal, pertumbuhan juga terlihat cukup signifikan. Jumlah investor di wilayah Ciayumajakuning hingga Maret 2026 mencapai 567.600 investor, naik 79,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Nilai transaksi saham pun mencapai Rp2,57 triliun.

Menurut Agus, peningkatan jumlah investor ini mencerminkan semakin baiknya literasi keuangan masyarakat. Kesadaran untuk berinvestasi secara legal dan terukur juga terus meningkat.

“Ini menjadi indikasi bahwa masyarakat semakin memahami pentingnya perencanaan keuangan dan investasi untuk masa depan,” ucapnya.

Selain mendorong pertumbuhan sektor keuangan, OJK Cirebon juga terus memperluas program edukasi keuangan. Selama triwulan I 2026, OJK telah melaksanakan 59 kegiatan edukasi yang diikuti 7.324 peserta di seluruh wilayah Ciayumajakuning.

Program tersebut mencakup edukasi keuangan konvensional, keuangan syariah, hingga pengembangan Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (Desa EKI). Tahun ini, OJK Cirebon menetapkan lima desa sebagai lokasi pengembangan Desa EKI untuk memperluas akses keuangan di tingkat masyarakat.

“Melalui program ini, kami ingin masyarakat semakin mudah mengakses layanan keuangan formal, sekaligus lebih bijak dalam memanfaatkannya,” tutur Agus.

Di bidang perlindungan konsumen, OJK Cirebon selama triwulan I 2026 telah menangani 901 layanan konsultasi dan pengaduan. Selain itu, sebanyak 4.770 permintaan layanan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) juga telah diproses, baik secara langsung maupun melalui layanan daring.

Agus menegaskan, OJK Cirebon akan terus memperkuat literasi, inklusi, dan perlindungan konsumen agar sektor jasa keuangan di Ciayumajakuning tumbuh semakin sehat, inklusif, dan berkelanjutan.

“Pada akhirnya, kami ingin masyarakat semakin percaya dan semakin mampu memanfaatkan layanan keuangan untuk meningkatkan kesejahteraan,” tandas Agus. 

Berita Terkini