Lonjakan Trafik Data Saat Mudik Lebaran 2026, Indosat Klaim Jaringan Tetap Stabil

Kamis, 26 Mar 2026 17:33
Petugas saat melayani pembelian kartu perdana dan voucher IM3 di titik layanan selama momen mudik Lebaran. Dok.Indosat

RINGKASNEWS.ID - Lonjakan trafik data selama periode mudik dan Lebaran 2026 menjadi tantangan tersendiri bagi operator telekomunikasi. Di tengah peningkatan mobilitas masyarakat, PT Indosat Ooredoo Hutchison mencatat kenaikan trafik data lebih dari 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan ini terjadi seiring tingginya aktivitas digital masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital sebelumnya juga memproyeksikan trafik telekomunikasi nasional meningkat hingga 40 persen pada periode tersebut.

Director and Chief Technology Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Desmond Cheung, mengatakan bahwa periode mudik menjadi momen krusial dalam menguji keandalan jaringan.

“Periode mudik dan arus balik Lebaran merupakan ujian sesungguhnya bagi ketangguhan jaringan kami. Kepercayaan pelanggan menjadi dorongan bagi kami untuk terus menjaga kualitas layanan,” ujar Desmond dalam keterangan tertulis, Kamis (26/3/2026).

Ia menjelaskan, lonjakan trafik terutama terjadi pada pergerakan dari Jakarta menuju sejumlah daerah di Pulau Jawa. Jawa Barat mencatat peningkatan lebih dari 22 persen, sementara Jawa Tengah mencapai lebih dari 37 persen.

Meski terjadi lonjakan signifikan, Indosat mengklaim kualitas layanan tetap terjaga. Hal ini ditunjukkan dengan penurunan downtime jaringan hingga 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu, penggunaan layanan digital juga mengalami peningkatan, terutama untuk aplikasi pesan instan, media sosial, dan layanan video. Aktivitas tertinggi tercatat pada platform seperti WhatsApp, YouTube, dan TikTok.

Indosat juga mencatat lonjakan trafik data di sejumlah wilayah penyangga Jakarta. Garut menjadi daerah dengan pertumbuhan tertinggi mencapai 56 persen, disusul Cianjur sebesar 51 persen dan Sukabumi 45 persen.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, perusahaan mengandalkan sistem jaringan berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mampu memantau trafik secara real-time dan melakukan penyesuaian kapasitas secara otomatis.

Menurut Desmond, teknologi ini memungkinkan perusahaan mendeteksi potensi kepadatan jaringan lebih cepat sehingga langkah antisipasi bisa dilakukan sebelum terjadi gangguan.

“Pendekatan ini membuat jaringan kami dapat beradaptasi secara dinamis, terutama di titik-titik dengan kepadatan tinggi seperti jalur mudik, rest area, stasiun, dan destinasi wisata,” katanya.

Selama periode mudik, Indosat memantau jaringan di 77 jalur utama yang mencakup ruas tol, jalur non-tol, hingga jalur kereta api dengan total panjang lebih dari 8.000 kilometer. Selain itu, ratusan titik strategis juga menjadi fokus penguatan jaringan.

Kesiapan tersebut didukung oleh lebih dari 2.500 teknisi yang bersiaga selama 24 jam di berbagai wilayah Indonesia, serta penambahan kapasitas jaringan melalui ribuan site baru dan perangkat mobile BTS di jalur-jalur padat pemudik.

Desmond menegaskan, peningkatan infrastruktur dan pemanfaatan teknologi menjadi bagian dari transformasi perusahaan dalam memperkuat kualitas layanan.

“Bagi kami, ini bukan sekadar soal angka, tetapi tentang menjaga kepercayaan pelanggan, terutama di momen penting seperti Lebaran,” tandas Desmond. 

Berita Terkini