Mapag Sri di Luwungkencana Angkat Kisah Asal Usul Desa Lewat Sandiwara

Jumat, 17 Jul 2026 06:19
Tradisi Mapag Sri Luwungkencana Tahun Ini Hadirkan Sandiwara Sejarah Desa. Ist

RINGKASNEWS.ID - Pemerintah Desa Luwungkencana, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, menggelar tradisi Mapag Sri sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen para petani, Kamis (16/7/2026).

Tradisi yang rutin dilaksanakan setiap usai panen raya itu tahun ini tampil berbeda dengan menghadirkan pertunjukan sandiwara yang mengangkat sejarah berdirinya desa.

Kuwu Desa Luwungkencana, Mustofa, mengatakan Mapag Sri merupakan warisan budaya yang terus dipertahankan sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan atas rezeki yang diterima para petani. Selain menjadi ajang silaturahmi warga, kegiatan tersebut juga diisi hiburan yang dapat dinikmati masyarakat.

"Tahun ini kami memilih sandiwara. Biasanya wayang kulit, tetapi kali ini kami ingin menghadirkan hiburan yang sekaligus mengenalkan sejarah desa kepada masyarakat," kata Mustofa.

Pementasan sandiwara tersebut menceritakan asal usul Desa Luwungkencana melalui kisah tiga tokoh, yakni Ki Alas Konda, Nyimas Gandasari, dan Buyut Sari.

"Seluruh tokoh diperankan oleh para pemuda desa sebagai upaya melibatkan generasi muda dalam melestarikan sejarah dan budaya daerahnya," ucapnya.

Menurut Mustofa, pengemasan cerita melalui sandiwara diharapkan lebih mudah dipahami masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda, sehingga mereka tidak melupakan sejarah desanya.

"Intinya kami ingin masyarakat tahu bagaimana awal berdirinya Desa Luwungkencana. Jadi, Mapag Sri bukan hanya bentuk rasa syukur atas panen, tetapi juga menjadi sarana mengenalkan sejarah desa kepada generasi penerus," ujar Mustofa.

Berita Terkini