Massa Anarkis Jarah Fasilitas DPRD Kabupaten Cirebon, Motor Satpam Dibakar

Minggu, 31 Aug 2025 10:55
Gedung DPRD Kabupaten Cirebon rusak akibat kericuhan demonstrasi. Massa membawa keluar barang inventaris hingga melakukan pembakaran. Ist

RINGKASNEWS.ID - Aksi demonstrasi di Gedung DPRD Kabupaten Cirebon, Sabtu (30/8/2025), berakhir ricuh. Massa yang awalnya berorasi di depan kantor legislatif berujung melakukan perusakan, penjarahan, hingga pembakaran fasilitas.

Sejumlah barang inventaris kantor ikut digondol perusuh. Dari pantauan warga, massa terlihat membawa keluar kursi, mesin printer, televisi, kulkas, hingga perlengkapan kantor lain dari dalam gedung.

“Saya lihat sendiri mereka keluar sambil membawa kursi, televisi, bahkan ada yang gotong kulkas. Rasanya miris melihatnya,” kata seorang warga di sekitar lokasi.

Menurutnya, tindakan anarkis tersebut merugikan masyarakat karena barang-barang itu merupakan aset daerah. “Kalau rusak begini, yang rugi kita semua sebagai warga. Ini kan fasilitas untuk pelayanan publik,” ujarnya.

Motor Satpam Hangus Terbakar

Kerusuhan juga menimpa seorang petugas keamanan DPRD, Imron. Sepeda motor yang sehari-hari digunakannya untuk bekerja habis terbakar saat kericuhan pecah.

“Sekarang (motornya) habis terbakar. Saya bingung bagaimana bisa tetap bekerja tanpa kendaraan itu,” kata Imron.

Ia menuturkan, motor tersebut dibeli dari hasil tabungan selama bertahun-tahun. Saat peristiwa berlangsung, kendaraan itu terparkir di halaman gedung dan tidak sempat diselamatkan.

“Waktu kejadian saya tidak bisa berbuat banyak, hanya bisa melihat dari jauh,” ucapnya lirih.

Api Membakar Sejumlah Titik

Kepala Bidang Kedaruratan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Cirebon, Eno Sudjana, mengatakan api membakar bagian utara dan selatan gedung dewan, serta dua pos pengamanan.

“Isinya dijarah. Untuk nilai kerugian masih menunggu pendataan,” ungkap Eno.

Sementara itu, Sekretaris DPRD Kabupaten Cirebon, Asep Pamungkas, menyayangkan aksi anarkis tersebut. Pihaknya akan melakukan inventarisasi atas kerusakan dan kehilangan barang di dalam gedung.

Berita Terkini